Tangis Haru Iringi Perpisahan PAUD Kasih Sanggaoen

  • 17 Jun 2025 15:07 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Pendidikan anak usia dini tak hanya membentuk kemampuan kognitif, tetapi juga membangun karakter sejak dini. Dan di sebuah sudut desa kecil di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT cerita sederhana tentang cinta, air mata, dan harapan kembali terukir dari PAUD Kelompok Bermain Kasih Sanggaoen.

Sabtu pagi (14/6/2025) di Ruang belajar PAUD Kasih Sanggaoen, tawa anak-anak bercampur dengan haru para orang tua dan pendidik. Sebanyak 14 peserta didik resmi dilepas dalam acara perpisahan angkatan XI.

Mereka adalah anak-anak usia dini yang selama setahun terakhir belajar mengenal huruf, angka, warna, serta nilai-nilai kasih dan hormat. Di balik senyum mungil mereka, ada kisah perjuangan para pendidik, salah satunya, Monicha Mbau yang melepas anak-anak didiknya dengan suara terbata-bata.

Pendidik, Monicha Mbau

"Kami ingat waktu anak-anak pertama datang, banyak yang menangis. Tapi sekarang, mereka bisa bernyanyi, menghitung, dan saling menyayangi, kami senang karena mereka keluar dengan karakter yang baik," ujar Monicha dengan penuh haru.

Monicha menuturkan, dirinya bersama satu rekan pendidik lain telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran. Mulai dari menangani tangisan pagi hari, hingga melihat mereka berani maju membaca doa di depan kelas.

Kini, saat waktu perpisahan tiba, ia hanya bisa berharap para orang tua meneruskan semangat pendidikan itu. Membawa warisan nilai-nilai yang sudah ditanamkan di PAUD ke jenjang pendidikan berikutnya.

"Orang tua tolong lanjutkan cinta dan disiplin yang kami ajar selama ini. Kami sudah tidak lagi mengajar mereka, mungkin kami hanya bertemu di jalan, jadi untuk selanjutnya tinggal tanggung jawab mama-papa di rumah," ucap Monicha dengan suara bergetar dan tangis kecil.

Acara perpisahan ini turut dihadiri oleh pengelola sekolah, orang tua, dan perwakilan pemerintah desa yang turut merasakan haru dari acara perpisahan peserta didik ini. Krend Bolla, salah satu pengelola, menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan panjang PAUD Kasih yang berdiri sejak 2014.

Krend menjelaskan PAUD Kasih berawal dari rumah sederhana, kini PAUD telah meluluskan sebelas angkatan anak-anak desa. Semua dibentuk dengan kasih sayang, bukan sekadar untuk pintar, tapi untuk menjadi pribadi yang lembut dan menghargai sesama.

"Kami cuma mau bilang terima kasih. Untuk guru-guru yang sabar, untuk orang tua yang percaya, dan pemerintah desa yang tidak pernah lelah mendukung kami," ucap Krend.

Monicha pun tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya. Kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa yang telah memberi mereka insentif, dan kepada para orang tua yang tak lelah memberi semangat.

Sebuah pelepasan bukanlah akhir. Bagi PAUD Kasih Sanggaoen, ini adalah awal dari harapan, karena dari tangan para pendidik seperti Monicha, lahir generasi yang mengenal cinta, disiplin, dan karakter sejak usia dini. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....