Dari Della ke Ndao, Kapal Gema Melaju

  • 07 Jun 2025 06:46 WIB
  •  Kupang

KBRN, Rote: Hari baru dimulai di pesisir Della, Kabupaten Rote Ndao. Di tepi pantai sederhana itu, warga kembali bersiap menyeberang ke Pulau Ndao.

Tak ada dermaga megah. Hanya pasir basah, ombak kecil, dan cara lama, penumpang diantar ke kapal memakai pelampung gabus.

Di kejauhan, Kapal Motor Gema tampak berayun pelan. Kapal ini bukan sekadar alat transportasi. Ia penghubung harapan, pengantar cerita hidup dua pulau.

Di balik kemudi berdiri sosok ramah, Kapten Kapal Gema, Sem Ledoh. Selama lebih dari tiga tahun, ia setia melayani rute Della–Ndao.

“Kami berlayar rutin. Dari Ndao ke Della tiap Selasa dan Jumat, sebaliknya tiap Rabu dan Sabtu,” ujar Sem Ledoh.

Kapten Kapal Gema, Bapak Sem Ledoh. (Foto: NLL)

Bila ada permintaan khusus, Kapal Gema tetap melaju di hari Minggu. “Kalau ada yang charter, kami jalan,” ujarnya.

Pagi itu, sembilan awak kapal bersiap. Mereka membantu penumpang naik dari pelampung gabus, lalu menaikkannya ke geladak. Proses sederhana, namun penuh keakraban.

Kapal Gema mengangkut penumpang dan barang kebutuhan pokok. Perjalanan yang ditempuh berkisar satu jam lima belas menit, baik dari Della ke Ndao maupun sebaliknya.

“Kalau penumpang ramai, penghasilan bisa lebih dari tiga juta rupiah. Kalau sepi, sekitar tujuh ratus delapan puluh ribu,” ujar Sem Ledoh.

Namun bukan uang semata yang menggerakkan hatinya. “Duka tidak ada. Suka selalu ada karena saya menikmati semua proses ini,” ucanya.

Di tengah ombak dan angin, Sem Ledoh belajar sabar. Setiap perjalanan baginya adalah pelajaran tentang harapan dan pengabdian.

Ia pun menitip harapan. “Semoga pemerintah terus memperhatikan pelayaran ini. Supaya layanan untuk masyarakat tetap berjalan baik,” kata Sem Ledoh.

Gelombang pelan mengusap pantai Della. Kapal Gema perlahan berangkat, mengantar asa sederhana dari Della ke Ndao. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....