Iman dan Ketekunan Jadi Kunci Menanti Janji Tuhan
- 01 Jun 2025 00:35 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Di pagi yang teduh, suara khas penyiar Yona Sape membuka siaran Mutiara Pagi Kristen dari studio Pro 1 RRI Rote, Sabtu (31/5/2025). Tema yang dibawakan terasa akrab sekaligus menantang: "Percayalah kepada Janji Allah".
Renungan disampaikan oleh Vivi Alexanderina Manafe, S.Th., M.Si., Penyuluh Agama Kristen pada Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao. Dengan tenang, ia mengajak pendengar membuka Kitab Kejadian pasal 15 ayat 1 sampai 7, yang mengisahkan perjumpaan Abraham dengan Allah dalam sebuah penglihatan.
“Jangan takut, Abraham. Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar,” demikian firman Tuhan dalam bacaan. Namun Abraham, yang belum memiliki keturunan, menyampaikan kegelisahannya. Ia bahkan menyebut dirinya hidup dalam kutuk karena tidak punya anak, dan khawatir seluruh warisannya akan jatuh ke tangan hambanya, Eliezer.
“Abraham tidak sekadar taat, ia juga jujur menyampaikan kegundahan hatinya. Mungkin saat itu ia menangis di hadapan Tuhan,” ungkap Vivi.
Tuhan menjawab kegelisahan Abraham dengan penguatan yang sangat pribadi: “Lihatlah ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Abraham percaya, dan kepercayaannya itu diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran.
Menurut Vivi, iman Abraham tidak tumbuh dalam semalam. Ia menunggu janji itu selama 25 tahun. Ia sempat ragu, bahkan mengambil jalan pintas melalui Hagar. Namun Tuhan tetap setia. Sarah akhirnya mengandung, dan dalam umur 100 tahun Abraham memperoleh Ishak.
“Sering kali kita gelisah. Kita bertanya: apakah Tuhan ingat janji-Nya? Tapi iman Abraham mengajarkan, Tuhan tidak ingkar janji. Janji-Nya ya dan amin,” tegas Vivi.
Ia juga menyinggung kecenderungan manusia yang mudah kehilangan percaya. Sekali janji tidak ditepati, kita mulai ragu. Berkali-kali janji tidak terlihat nyata, kita bisa hilang harapan. Tapi tidak demikian dengan Abraham.
“Karena ia mengenal Tuhan. Dan pengenalan itu yang membangun kepercayaan,” kata Vivi lagi.
Dalam percakapan ringan di akhir siaran, Yona Sape sempat bertanya, “Apakah Tuhan betul-betul setia dalam menepati janji-Nya?” Vivi menjawab tanpa ragu, “Tuhan bukan manusia yang berdusta. Mungkin lambat, tapi pasti.”
Ia juga mengutip Filipi 4:6–7: “Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa.” Katanya, kedekatan dengan Tuhan melalui doa dan membaca firman adalah kekuatan rohani dan emosional yang membuat kita tetap tenang, sekalipun belum melihat penggenapan janji.
Siaran ditutup dengan doa. Vivi memohon penyertaan Tuhan dalam segala aktivitas pendengar. Ia juga mendoakan bangsa dan para pemimpin agar mengandalkan hikmat dari Tuhan, bukan sekadar kebijaksanaan manusia.
Program Mutiara Pagi Kristen hadir setiap pagi di RRI Rote. Bukan sekadar pengisi waktu pagi, tetapi ruang refleksi yang menyegarkan jiwa, mengajak pendengar menaruh percaya bukan pada dunia, tetapi pada Tuhan yang setia pada janji-Nya. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....