UMKM Gading Modifikasi, Warisan Nenek Moyang Masih Bertahan
- 19 Mei 2025 07:56 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Usaha kerajinan berbahan dasar gading dari Maumere, Flores, NTT terus bertahan di tengah zaman modern. Dimulai sejak tahun 2002 oleh generasi ketiga, kini usaha ini telah memasuki generasi keempat yang fokus pada produksi dan modifikasi gading menjadi berbagai bentuk aksesoris.
Asniati, generasi keempat sekaligus pelaku usaha, menjelaskan bahwa bahan dasar gading diperoleh dari Flores Timur. “Gading ini dari zaman penjajahan dulu. Bawa dari Afrika, tukar dengan beras, jagung. Sekarang gading masih dipakai untuk mahar,” jelasnya.
Proses produksi dilakukan sepenuhnya di Maumere dan melibatkan pengerjaan tangan yang terampil. “Kalau sekecil ini, 20-30 menit bisa jadi. Tapi satu batang bisa satu bulan prosesnya,” ujarnya.
Produk yang dihasilkan antara lain anting, liontin, cincin, Gelang hingga stik komando. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp50.000 untuk aksesoris kecil. Meski pasokan gading utuh mulai terbatas, harus diakui tidak hanya gading utuh yang dibutuhkan tetapi sisa-sisa atau serbuk gading pun sangat dicari oleh para pembeli.
Asniati berharap agar kerajinan tradisional ini bisa tetap eksis dan mendapatkan lebih banyak pelanggan di masa depan.(WN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....