PON 2028: Kebanggaan Daerah dan Sorotan Dunia Olahraga

  • 22 Jan 2025 16:11 WIB
  •  Kupang

Featura Olahraga PON 2028 NTT-NTB

KBRN, Kupang: Menjadi tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan sebuah kebanggan bagi daerah dan menjadi sorotan dunia olahraga. Kebanggaan tersebut merupakan cita-cita NTT agar dapat mewujudkannya pada PON XXII Tahun 2028 mendatang.

Komita Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Pusat pada PON ke-21 September Tahun 2024 di Aceh-Medan secara resmi telah mengumumkan Provinsi NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028. Pengumum tersebut yang ditandai dengan penyarahan bendera PON, diterima oleh Ketua KONI NTT dan NTB serja Penjabat Gubernur setempat di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Jumat (20/9/2024) malam. Menurut Wakil Ketua Umum KONI NTT Doktor Inche Sayuna, penetapan NTT sebagai tuan rumah PON, merupakan sebuah kebanggaan dan menjadi gengsi sehingga harus diperjuangkan persiapannya mulai Tahun 2025.

“Tuan rumah PON inikan gensi pa, selain itu kita juga punya martabat diangkat seperti Aceh itu. Aceh itukan kecil pa dibandingkan dengan NTT masih jauh lebih besar dan mereka bisa menjadi tuan rumah dan bahkan menjadi tuan rumah yang sangat baik pa. Nah kami tidak ingin menjadi tuan rumah yang buruk, kami mau menjadi tuan rumah yang baik begitu,” ujar.

“Aceh itu pa menjadi tuan rumah PON pada September 2024, dan selama PON berlangsung, seluruh anak-anak sekolah diliburkan, seluruh Dinas OPD itu dihentikan semua hanya dikonsentrasikan pada pelaksanaan PON. Jadi semua Stakeholder yang ada di Aceh itu diminta untuk beri pikiran, tangan, dan hati untuk menyambut PON dan anak-anak sekolah diliburkan,” kata Inche Sayuna kepada RRI dalam dialog Kupang Pagi ini, Jumat (17/1/2025).

Ia menuturkan, apabila NTT menyelenggarakan sebuah even nasional maka gengsi dan martabat kita pertaruhkan semuanya disitu. “Itu yang membuat kami (Koni, Cabor) walaupun tertatih-tatih kami selalu berusaha,” ujar Inche dengan tegas.

Pihaknya juga selalu mengajak seluruh Anggota DPRD NTT bahwa, kita membuat even berarti kita memancing uang untuk mendapatkan uang. Sehingga diharapkan semua berkonsentrasi untuk persiapan ke PON XXII Tahun 2028.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT Inche Sayuna selaku wakil rakyat di DPRD NTT juga menuturkan, keputusan NTT menerima tuan rumah PON melalui perjuangan panjang dan melelahkan. Saat ini menurut Ince, selaruh Pelaku Olahraga baik KONI maupun Pengurus cabang-cabang olahraga berupaya meyakinkan semua stakeholder untuk merespon dengan penuh kepedulian terhadap olahraga.

Menurutnya, banyak orang baik DPRD maupun Pemerintah serta masyarakat umum belum memiliki ketertarikan untuk mengurus olahraga. Oleh karena itu perlu kerja keras semua insan olahraga memperkenalkan dan mensosialisasikan sehingga dapat diketahui banyak kalangan.

Karena ketika PON terlaksana di NTT, maka semua mata akan tertuju ke daerah kita. Banyak dampak ikutan terpaut di dalamnya yakni, geliat ekonomi tumbuh, Hotel-hotel dan Restoran, Pelaku UMKM akan mendapat keuntungan.

Para pengusaha transportasi akan menikmati layanannya. Sehingga semua Stakeholder harus diyakinkan untuk siap mendukung NTT menjadi tuan rumah PON.

“Memang meyakinkan untuk sebuah pengambilan kebijakan itu untuk komitmen pembangunan olahraga itu tidak gampang. Dan tidak semua orang di DRPD NTT itu paham dan responsive serta sensitive terhadap olahraga, jadi kita perlu lobi-lobi politik lagi untuk meyakinkan mereka sehingga bisa mengetok anggaran sesuai estimasi yang diajuakan,” kata Wakil Rakyat DPRD NTT periode 2024-2029, Inche Sayuna kepada RRI di Kupang.

Berkaitan dengan tuan Rumah PON Tahun 2028, Pemerintah NTT melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga telah menyiapkan master plannya. Menurut Plt. Kadispora NTT, Doktor Alfons Theodorus, master plan sudah jadi dan saat ini pemerintah terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat dan Koni, untuk menyiapkan berbagai hal, baik sarana prasarana olahraga maupun hal teknis pelaksanaan sehingga perencanaan pembangunan minimal sudah berjalan mulai tahun 2026.

“Jadi Master Plan ini ada satu proses yang dilakukan oleh Pemerintah dan kita sudah mendiskusikan dengan Koni Pusat, dan ada beberapa yang akan perlu kita integrasikan . Karena memang penyelenggaraan PON ini sebagai tuan rumah NTT sama NTB ini ada satu sukses yang harus kita wujudkan. Dan orang selalu bilang sukses prestasi, sukses peningkatan ekonomi, dan sukses penyelenggaraannya harus benar-benar baik sehingga skema-skema pemerintah itu tertuang dalam Master Plan, maka kita harus berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Alfons Theodorus.

Plt. Kadispora NTT Doktor Alfons Theodorus menuturkan, angggaran penyelenggaraan PON tidak semata-mata dari APBD I NTT. Akan tetapi perlu ada kolaborasi dengan pemerintah pusat sehingga target menjadikan NTT sukses menjadi tuan rumah dan ikut berbangga dapat terwujud.

“Yang pasti penyelenggaraan PON itu tidak semata-mata pembiayaannya itu dari APBD satu, itu sudah pasti. Karena memang ada contoh-contoh penyelenggaraan PON di luar Pulau Jawa itu ada kolaborasi kuat dengan Pemerintah Pusat,” kata Doktor Alfons selaku Plt. Kadispora NTT sejak 2024, saat dialog di Studio Pro1 RRI Kupang, Jumat (17/1/2025).

“Kalau tidak ada kolaborasi dengan Pemerintah Pusat maka sukses penyelenggaraan, sukses pelaksanaan itu tidak menjadi optimal. Dan kalau memang kita lihat selama ini PON-PON yang di Papua dan sebelumnya ini kita di Medan dan Aceh itu praktis Stadion Utama itu disuport dari Pemerintah Pusat,” katanya.

Mewakili Ketua Umum KONI NTT, Sekertaris Lambertus Ara Tukan menuturkan, Koni NTT saat terus mendata cabang-cabang olahraga yang kepengurusannya belum masuk ke Koni NTT, agar dapat terkomunikasi dengan baik untuk mempersiapkan kepengurusannya. Hal tersebut dimaksudkan agar cabang-cabang olahraga yang masuk PON dapat terpenuhi kepengurusannnya, terutama terkait dengan penetapan wasit-juri.

“Penetapan Tuan Rumah oleh Pemerintah Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia maka kita mengundang semua Pengprov untuk melakukan persiapan-persiapan awal. Jadi persiapan itu mulai dari Pelatih, Wasit-Juri, yang dipersiapkan secara lokal untuk kegiatan dan semua hal yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan PON,” kata Lamber Tukan.

Catatan RRI Kupang, perjuangan NTT merebut Tuan Rumah PON ke-22 Tahun 2028 mendatang bersama NTB, tidak mudah. Banyak pengorbanan waktu, materi, lobi-lobi bersama Pemerintah dan Koni Provinsi peserta PON. Oleh karena itu, komitmen KONI NTT, Pemerintah, dan Masyarakat Olahraga menjadi tuan rumah sebagai sebuah kebanggaan terus dilakukan, sehingg kebanggaan tersebut dapat terwujud. (at).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....