Tembus Ribuan Pieces, Dimsol Homemade Makin Eksis

  • 06 Okt 2026 13:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Ketekunan dalam menggeluti dunia usaha kuliner rumahan dapat membuahkan hasil yang manis. Hal ini dirasakan oleh Dewi Haba, pemilik usaha kuliner Dimsol Homemade di Kota Kupang. Berawal dari keisengan mengisi waktu luang pada pertengahan tahun 2024, usahanya kini berkembang pesat hingga membawanya berani mengambil keputusan besar: mundur (resign) dari pekerjaan kantorannya setelah 12 tahun mengabdi.

Kisah inspiratif tersebut dibagikan Dewi saat hadir sebagai narasumber dalam program siaran Teras UMKM di studio RRI Pro 4 Kupang pada Senin, 5 Oktober 2026. Dewi menceritakan, awal mula mendirikan Dimsol Homemade dipicu oleh rasa bosan usai pulang kerja.

Saat momen bulan Ramadan 2024, melihat maraknya olahan risol yang berseliweran di media sosial, ia tergerak mencoba membuat risol varian sayur dan aneka isian lainnya. Ia kemudian mempromosikan hasil buatannya melalui status WhatsApp.

"Awalnya cuma iseng-iseng habis pulang kerja. Pas momen puasa tahun 2024, saya coba buat dan promosi lewat WhatsApp. Puji Tuhan, baru hari pertama buat langsung habis 1 kilo," ucap Dewi.

Melihat tingginya antusiasme pembeli serta permintaan olahan kukus, Dewi menambah varian dimsum goreng keju dan dimsum mentai. Nama Dimsol sendiri merupakan gabungan dari kata Dimsum dan Risol.

Kata "Homemade" pada nama usahanya bukan sekadar merujuk pada buatan rumah, melainkan plesetan unik dari panggilan akrabnya di rumah, yaitu "Mama Made" (Mama Dewi). Selama lebih dari satu tahun, Dewi harus membagi waktu antara pekerjaan utamanya dan mengurus pesanan kuliner.

Tingginya permintaan pelanggan yang kerap tak tertampung serta dukungan penuh sang suami akhirnya membuat Dewi mantap melepaskan status karyawan.

"Pertimbangannya cukup lama, sekitar satu tahun lebih untuk hitung-hitungan. Motivasi terbesar datang dari suami yang selalu mendampingi dari produksi sampai jualan, serta pelanggan yang tiap hari menanyakan ketersediaan risol," katanya.

Kini, usaha Dimsol Homemade mampu memproduksi hingga ribuan pieces per minggu. Dalam berbagai ajang gelaran UMKM seperti event Saboak Kota Kupang, penjualan mereka bahkan sempat menembus lebih dari 2.000 pieces dalam durasi tiga hari saja.

Dimsol Homemade menawarkan sekitar 10 pilihan varian rasa, mulai dari adonan gurih seperti chicken mushroom, ayam suir mentai, hingga varian manis seperti matcha, ubi ungu keju lumer, dan red velvet. Namun, dua varian yang selalu menjadi incaran utama masyarakat Kupang adalah Beef Mayo dan Cokelat.

Selain produk siap makan, tersedia pula kemasan frozen dengan harga yang lebih terjangkau. Guna memenuhi permintaan pelanggan yang tak ingin menunggu hingga akhir pekan, Dimsol Homemade resmi meluncurkan booth harian pertamanya yang berlokasi di Indomaret Point Jalan Pulau Indah (dekat Bundaran PU), Kota Kupang.

Outlet ini beroperasi setiap hari mulai pukul 12.00 WITA.

"Untuk masyarakat Kota Kupang yang mau coba, kami siap melayani di Indomaret Point Jalan Pulau Indah. Ada promo potongan harga menarik untuk lima pembeli pertama," tutur Dewi.

Bagi calon pelaku UMKM yang ingin memulai usaha, Dewi memberikan motivasi agar tidak ragu melangkah, namun tetap cermat membaca peluang.

"Kita harus meraba-raba pasar dulu, maksudnya turun lapangan dan cek ombak. Coba jualan sedikit-sedikit dulu untuk lihat bagaimana respon masyarakat, supaya kita tahu produk kita ini sampai di mana dan mereka tertarik atau tidak," kata Dewi menutup perbincangan. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....