Pemetaan KPJU Buka Arah Ekonomi Kota Kupang
- 29 Sep 2026 21:02 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Pemkot Kupang memetakan Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan di enam kecamatan.
- Pemetaan diarahkan untuk menjadi basis kebijakan pengembangan ekonomi dan UMKM berbasis data.
- Sektor akomodasi dan makan minum mencatat skor sementara tertinggi, 3,912 dari skala 1–5
RRI.CO.ID, Kupang — Pemerintah Kota Kupang mulai memetakan kekuatan ekonomi di setiap kecamatan melalui penelitian Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Tahun 2026. Pemetaan ini diarahkan untuk memastikan pengembangan ekonomi dan UMKM dilakukan berdasarkan potensi nyata di masing-masing wilayah.
Pembahasan hasil sementara penelitian tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Senin (28/9), dengan melibatkan pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, dunia usaha dan perbankan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., mewakili Pemerintah Kota Kupang, mengatakan penelitian KPJU tidak sekadar mencari sektor dengan nilai tertinggi, tetapi membaca arah perkembangan ekonomi Kota Kupang secara lebih menyeluruh.
Menurutnya, data hasil penelitian harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran, termasuk dalam menentukan bentuk intervensi pemerintah terhadap pengembangan UMKM di setiap wilayah.
“Yang kita butuhkan bukan hanya data, tetapi bagaimana data itu kemudian menjadi dasar untuk mengambil kebijakan,” ujar Ignasius.
Sementara itu, narasumber dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Rere Paulina Bibiana, S.E., M.Si., menjelaskan penelitian KPJU merupakan kerja sama Bank Indonesia dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unwira.
Khusus Kota Kupang, penelitian dilakukan pada enam kecamatan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain pemasaran, ketersediaan bahan baku dan peluang pengembangan usaha.
Hasil sementara menunjukkan sektor akomodasi dan makan minum memperoleh skor rata-rata tertinggi, yakni 3,912 dari skala 1 sampai 5. Berikutnya jasa lainnya 3,907, perdagangan 3,880, kesenian, olahraga dan rekreasi 3,591, transportasi dan penyimpanan 3,474, serta industri 3,161.
Sementara sektor pertanian dan peternakan memperoleh skor 2,092, penerbitan, penyiaran serta produksi dan distribusi konten 1,980, perikanan 1,970, dan kehutanan 0,526.
Tingginya skor sektor akomodasi dan makan minum dinilai sejalan dengan karakter Kota Kupang sebagai wilayah perkotaan sekaligus daerah pesisir. Potensi tersebut mencakup usaha hotel, kos, restoran serta berbagai usaha makanan dan minuman.
Namun, Rere menegaskan hasil tersebut masih bersifat sementara dan perlu dikonfirmasi melalui FGD bersama perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait.
Penelitian juga tidak berhenti pada pemetaan sektor secara agregat. Tim peneliti berupaya melihat potensi hingga tingkat kecamatan melalui pengumpulan data dari camat, sekretaris camat dan kepala seksi yang membidangi pemberdayaan masyarakat, disertai observasi serta konfirmasi lapangan.
Pemetaan mencakup sektor pertanian dan peternakan, kehutanan, perikanan, industri, perdagangan, transportasi dan penyimpanan, akomodasi dan makan minum, penerbitan dan penyiaran, kesenian, olahraga dan rekreasi hingga berbagai aktivitas jasa lainnya.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menyusun kebijakan yang tidak seragam antarwilayah. Setiap kecamatan memiliki karakter dan potensi ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan penguatan ekosistem usaha yang sesuai.
Hasil pemetaan juga diharapkan menjadi informasi bagi pelaku usaha dan calon investor dalam melihat peluang pengembangan usaha di Kota Kupang.
Ignasius menegaskan, tantangan pemerintah selanjutnya adalah menemukan potensi setiap wilayah, memperkuat ekosistemnya dan memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat.
FGD kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian dan diskusi untuk menguji serta mengonfirmasi temuan sementara bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....