Saltysash Bawa Tren Salt Bread dari Amerika ke Kupang

  • 20 Sep 2026 07:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dunia kuliner di Kota Kupang kedatangan tren baru yang kian digemari anak muda. Melalui program Obrolan Teras UMKM RRI Pro 4 Kupang pada, Rabu, 16 September 2026, home bakery lokal Saltysash membagikan kisah suksesnya mempopulerkan kudapan salt bread (roti garam) di Bumi Flobamora.

Hadir sebagai narasumber, pemilik Saltysash, Sasha Hiskia, menceritakan perjalanan usahanya yang berawal dari keberanian membawa konsep bakery modern ke pasar lokal Kupang. Sasha menjelaskan, nama Saltysash diambil dari perpaduan kata "salty" yang mengacu pada rasa gurih-asin khas salt bread, serta nama panggilannya sendiri, Sasha (Sash).

Inspirasi membuat usaha ini muncul ketika ia mengikuti program internship (magang) di Amerika Serikat tahun lalu. Saat melihat salt bread viral di luar negeri, ia langsung melihat peluang besar untuk membawanya ke Kupang.

"Awalnya saya riset dan melihat salt bread belum terlalu familiar di Kupang. Jadi saya berpikir ini bisa jadi ide bisnis baru untuk membawa sesuatu yang segar (bring something new) bagi penikmat kuliner di sini," kata Sasha.

Modal keberaniannya ini juga didukung oleh latar belakang pendidikan di bidang pastry di Bali serta lingkungan keluarga yang berpengalaman di bisnis Food & Beverage (F&B) selama lebih dari 20 tahun. Meski baru berjalan sekitar dua bulan dan dijalankan secara rumahan (home production), Saltysash sukses menarik perhatian banyak pembeli lewat 5 varian rasa pilihan:

  • Original
  • Ube
  • Garlic Cream Cheese (Bestseller)
  • Chocomochi (Bestseller)
  • Smoked Nori

Salah satu menu paling diminati adalah Chocomochi. Varian ini menghadirkan perpaduan tekstur renyah (crispy) di luar, lembut di dalam, serta isian cokelat melimpah yang dipadu dengan kenyalnya tekstur mochi.

Tidak berhenti di salt bread, Sasha membocorkan bahwa akhir bulan ini Saltysash siap meluncurkan menu baru berupa hidangan pencuci mulut khas Taiwan, QQ Ball, untuk menyambut Mooncake Season. Proses pembuatan salt bread ternyata memakan waktu yang cukup panjang.

Sasha menjelaskan bahwa adonan harus melewati 3 hingga 4 kali tahap fermentasi (proofing), termasuk teknik cold proofing di suhu dingin. Total waktu yang dibutuhkan untuk satu batch produksi bisa mencapai 4 jam.

Sasha mengaku pernah mengalami kerugian akibat adonan gagal karena kesalahan gramasi. Namun, ia enggan memaksakan menjual produk yang tidak memenuhi standar kualitas.

Bagi masyarakat Kota Kupang yang ingin menikmati kelezatan salt bread buatan Saltysash, pemesanan saat ini dilayani secara online menggunakan sistem pre-order (PO) melalui akun Instagram resmi @salti.shas maupun TikTok. Jadwal buka PO biasanya dibuka dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Senin dan Rabu. Karena kapasitas produksi masih dikerjakan secara mandiri, pelanggan disarankan melakukan pemesanan minimal H-1 atau H-2 sebelum hari produksi.

"Untuk saat ini seluruh produksi dan quality control masih saya pegang sendiri. Bagi saya, lebih baik rugi membuang sedikit adonan yang tidak sesuai standar daripada harus kehilangan kepercayaan dari satu pelanggan," ujarnya.

Mengakhiri obrolan di RRI Pro 4 Kupang, Sasha membagikan pesan penyemangat bagi anak-anak muda di Kupang yang ingin melangkah ke dunia bisnis.

"Nikmati saja prosesnya. Selagi masih muda, jalani apa yang memang ingin dijalani. Jangan takut gagal duluan, yang penting tetap konsisten dan optimis menjaga kualitas produk," tutur Sasha. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....