Marmer Merah Kalebu Anakaka Berpotensi Dongkrak Ekonomi Warga
- 17 Sep 2026 10:40 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Batu marmer merah yang berada di wilayah Tanarighu, Desa Kalebu Anakaka, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu potensi daerah yang dinilai dapat mendorong perekonomian masyarakat setempat. Potensi tersebut selama ini dikelola secara tradisional oleh warga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Sekretaris Desa Kalebu Anakaka, Agustinus Bili Milla, mengatakan pengelolaan marmer hingga kini masih menggunakan peralatan sederhana. Menurutnya, masyarakat secara mandiri menambang dan menjual batu marmer dengan harga yang bervariasi, berkisar antara satu juta hingga satu juta lima ratus ribu rupiah, tergantung ukuran dan kondisi batu.
Agustinus berharap pemerintah daerah memberikan perhatian melalui dukungan peralatan yang memadai sehingga masyarakat dapat mengelola marmer secara lebih baik dan menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil pantauan RRI, batu marmer di wilayah tersebut memiliki warna merah, putih, dan abu-abu yang menjadi karakteristik tersendiri dari potensi marmer setempat.
Salah seorang pengelola produksi marmer, Benyamin Umbu Lele, juga berharap adanya penataan dari pemerintah terhadap aktivitas pengelolaan marmer. Ia menilai, apabila dikelola secara baik dan terarah, marmer tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli desa dan pendapatan asli daerah.
Benyamin mengatakan masyarakat membutuhkan aturan yang jelas, baik melalui peraturan desa maupun peraturan daerah, untuk mengatur pengelolaan marmer di wilayah tersebut. Penataan dinilai penting untuk menciptakan kestabilan harga, meningkatkan produktivitas, serta memberikan nilai jual yang lebih baik bagi hasil tambang masyarakat.
Sejumlah batu marmer yang telah dipasarkan bahkan disebut telah dikirim ke luar pulau, antara lain untuk kebutuhan perhotelan dan sebagian dipasarkan ke Bali.
Agustinus Bili Milla menambahkan, potensi marmer tersebut hingga kini belum dapat dioptimalkan secara maksimal. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan dukungan terhadap pengelolaan marmer, baik dari sisi peralatan maupun regulasi, sehingga potensi sumber daya tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat serta peningkatan pendapatan daerah. (Jl)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....