Kisah Dosen Pengajar Bangun Buket Inha dengan Harga Terjangkau di Kota Kupang
- 10 Agt 2026 07:34 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perjalanan usaha perangkaian bunga kreatif bernama Buket Inha di Kota Kupang membuktikan bahwa kualitas tinggi tidak selalu harus dibayar dengan harga mahal. Usaha yang dipelopori oleh Fridolin Kana Akoit atau yang biasa disapa Ina ini berhasil memikat hati masyarakat lokal lewat sajian buket estetis yang tetap ramah di kantong pembeli.
Dalam wawancara bersama Pro 2 RRI Kupang pada Kamis, 6 Agustus 2026, Ina menceritakan keterampilan merangkai buket sebenarnya sudah ia temukan sejak tahun 2020 saat masih berkuliah di Maumere. Namun, niat untuk mengomersialkan hobi tersebut baru benar-benar terwujud pada awal tahun 2026 setelah memanfaatkan lokasi bekas kios milik almarhumah ibundanya yang terletak di belakang SMP N 5 Kupang.
"Awalnya saya hanya mencoba merangkai buket lewat tutorial YouTube untuk momen ujian tesis teman-teman kuliah, tetapi belum ada kepikiran untuk membuka usaha," ujar Inha Akoid.
Meskipun harus membagi waktu antara profesinya sebagai dosen pengajar dan kreator konten, Inha tetap konsisten mengelola usahanya yang berlokasi di wilayah Walikota, Kupang. Dukungan penuh dari keluarga, termasuk adiknya yang bertindak sebagai kurir pengiriman, menjadi kunci kelancaran operasional usaha ini setiap hari.
"Untuk pembagian waktu sebenarnya tidak ada kendala berarti karena aktivitas mengajar, berkarya lewat konten media sosial, dan mengurus usaha buket ini semuanya berjalan saling berkesinambungan," katanya.
Salah satu daya tarik utama dari Buket Inha adalah ketersediaan varian bestseller seharga Rp35.000 yang sangat disukai oleh para mahasiswa. Produk ekonomis ini dirancang khusus agar pembeli dapat memberikan hadiah berkesan di momen kelulusan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
"Prinsip saya yang penting usaha bisa memutar modal dengan cepat dan menjadi berkat bagi orang lain, jadi biarlah untung tipis yang penting pembeli merasa puas dan bahagia," tutur Inha. Menurutnya, harga yang ramah di kantong bukan berarti mengurangi perhatian terhadap kualitas dan kepuasan pelanggan.
“Meskipun harganya murah tapi kepuasan dari pembeli itu memang benar-benar luar biasa, jadi walaupun saya buat itu kecil tapi paling tidak yang membeli itu harus puas,” kata Dosen terbang di salah satu kampus yang ada di Kota Kupang ini.
Dalam menjalankan usaha, Ina juga berusaha menjaga ketersediaan buket yang banyak diminati agar pelanggan dapat langsung membeli tanpa harus menunggu proses pembuatan. Ia bahkan memilih mempertahankan harga terjangkau agar produk cepat terjual dan perputaran modal tetap berjalan, meski keuntungan yang diperoleh tidak selalu besar.
Pemasaran produk Buket Inha sangat mengandalkan interaksi langsung di media sosial seperti TikTok dan Facebook melalui fitur siaran langsung. Strategi digital ini terbukti efektif menarik perhatian calon pelanggan dari berbagai penjuru, bahkan hingga menjangkau pemesan dari luar Pulau Timor seperti dari daerah Sumatra.
"Saya memanfaatkan media sosial dengan rajin live sambil merangkai bunga, sehingga pembeli yang tadinya tidak tahu menjadi kenal dan langsung datang memesan," ucapnya.
Bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis serupa, Inha berpesan agar tidak ragu mengejar impian dan terus fokus pada tujuan awal. Ia berharap usaha Buket Inha dapat terus berkembang pesat hingga mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kota Kupang.
"Jangan pernah takut untuk memulai usaha baru selama kita menjalankannya dengan penuh sukacita dan tidak perlu mendengarkan cemoohan orang lain yang bisa menjatuhkan," ujarnya, mengakhiri. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....