Dwilaven Garden, Dari Hobi Tanaman Hias hingga Jadi Peluang Usaha di Rote

  • 10 Agt 2026 07:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Berawal dari hobi sederhana di pekarangan rumah, usaha tanaman hias milik Weni Yati Adu, Dwilaven Garden kini tumbuh menjadi inspirasi bisnis hijau dari Kabupaten Rote Ndao. Usaha lokal ini membuktikan bahwa kegemaran merawat tanaman tidak hanya membuat hunian menjadi asri, tetapi juga mampu mendatangkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Melalui wawancara Muda Kreatif pada Minggu, 9 Agustus2026 di RRI Pro2 Kupang , Weni membagikan kisah perjalanannya dalam membangun ruang hijau yang berlokasi di Jalan ABRI, Kota Ba’a. Perjalanan Dwilaven Garden bermula dari hobi pribadi Weni yang gemar mengoleksi tanaman untuk mempercantik pelataran rumahnya sejak kurun waktu 2012 hingga 2014.

Dalam pemilihan nama usaha Dwilaven Garden sendiri memiliki makna emosional yang mendalam bagi Weni karena diambil dari kombinasi nama ketiga buah hatinya sebagai bentuk doa dan pengharapan keluarga. Dalam menjalankan operasional harian, Weni melibatkan seluruh anggota keluarganya secara kompak, mulai dari proses produksi hingga pengiriman barang.

"Ini rantai keluarga, suami yang grab untuk produksi, anak sulung yang antar, anak nomor dua jadi admin, dan yang bungsu jadi fotografernya," tuturnya.

Ia mengisahkan usaha ini berkembang secara tidak sengaja ketika ia sering mengunggah foto anak-anaknya di media sosial dengan latar belakang halaman rumah yang dipenuhi tanaman segar. Sejak saat itu, banyak yang bertanya terkait tanaman hias dan mulai memesan hingga mendorong Weni merambah dunia bisnis tanaman hias secara serius.

Weni mengungkapkan jika saat ini koleksi yang tersedia mencapai lebih dari 50 jenis tanaman, dengan sejumlah tanaman menjadi favorit dan paling banyak dicari pelanggan. Sementara tanaman yang paling dominan dan sering diminati pelanggan adalah palem, pucuk merah, serta sri rezeki.

Ketiganya menjadi pilihan karena dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca di Rote. Selain itu, tanaman berbunga seperti bougainville juga sangat populer saat musim kemarau karena karakter bunganya yang makin bermekaran saat terpapar cuaca panas.

Menurut Weni, merawat tanaman tidak cukup hanya dengan menyiram dan menempatkannya di halaman, tetapi membutuhkan perhatian sesuai karakter masing-masing tanaman. Tanaman yang baru datang dari luar daerah bahkan perlu diberi waktu untuk beradaptasi sebelum dijual agar tidak mengalami stres ketika berpindah tempat.

“Intinya setiap hari itu merawatnya dari hati,” kata Weni, menekankan bahwa perhatian dan perawatan menjadi bagian penting dalam menjaga tanaman tetap sehat dan menarik. Ia juga meyakini tanaman yang dirawat dengan baik dapat memberikan manfaat kembali kepada pemiliknya, baik dari sisi keindahan lingkungan maupun peluang ekonomi.

Bagi Weni, tanaman hias bukan sekadar komoditas yang diperjualbelikan, tetapi juga bagian dari upaya membuat lingkungan rumah lebih hijau, segar dan nyaman. Ia berharap Dwi Laven Garden dapat terus berkembang sekaligus menginspirasi masyarakat, khususnya anak muda, untuk melihat tanaman hias sebagai peluang usaha yang menjanjikan selama dijalankan dengan fokus dan tidak mudah menyerah.

Kini perkembangan Dwilaven Garden kian meluas berkat optimalisasi media sosial seperti Facebook dan TikTok, yang berhasil menjangkau pembeli dari berbagai wilayah Rote hingga Kota Kupang. Menariknya, daya tarik tanaman hias kini tidak lagi terbatas pada kalangan ibu-ibu saja, tetapi juga diminati oleh kaum pria dan generasi muda yang ingin menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sejuk.

Kehadiran pembeli dari berbagai latar belakang ini kian memperkuat optimisme Weni dalam memajukan usahanya di ranah ekonomi kreatif daerah. Menutup perbincangan, Weni mengajak masyarakat dan generasi muda di Rote untuk tidak ragu mencoba memulai usaha tanaman hias maupun sekadar menghijaukan pekarangan rumah.

Menurutnya, tantangan dalam merawat tanaman dapat diatasi selama ada kemauan untuk belajar memahami kebutuhan tiap-tiap varietas tanaman secara konsisten. "Cara merawatnya sebenarnya gampang dan jadi mudah jika kita memulai, jadi harus mencoba dan mencoba," tutupnyanya dengan penuh semangat. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....