Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dorong Peningkatan Ekonomi Keluarga
- 04 Agt 2026 17:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui peningkatan keterampilan, akses terhadap pelatihan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal, perempuan pesisir kini memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam sektor ekonomi pesisir mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara signifikan.
Dalam dialog Rote Menyapa Siang di RRI ROTE 04/08/2026 yang mengangkat tema "Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga", Nukila selaku Direktur Eksekutif,Inisiasi Mayarakat adat “menegaskan bahwa perempuan tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mengembangkan usaha produktif. Berbagai aktivitas seperti pengolahan hasil perikanan, pembuatan produk olahan laut, hingga pemasaran berbasis digital menjadi peluang yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus memperkuat ekonomi keluarga”,
Menurutnya , potensi sumber daya pesisir yang melimpah harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya kaum perempuan. Pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan keluarga, pengemasan produk, hingga pemasaran menjadi bekal penting agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Pendampingan secara berkelanjutan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha masyarakat pesisir.
Selain meningkatkan pendapatan, pemberdayaan perempuan juga memberikan dampak sosial yang positif. Perempuan yang memiliki penghasilan sendiri cenderung lebih mandiri dalam mengambil keputusan ekonomi keluarga, mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga. Kondisi tersebut menciptakan ketahanan keluarga yang lebih kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Meski demikian, Nukila mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi perempuan pesisir, mulai dari keterbatasan akses permodalan, minimnya teknologi pengolahan hasil laut, hingga terbatasnya jaringan pemasaran. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan sehingga usaha perempuan pesisir dapat terus berkembang.
Program pemberdayaan perempuan 2 Kelompok terfiri dari Papela Mandiri dan oenggae Berkat yaitu 30 orang per kelompok ini diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha mikro yang inovatif dan berbasis potensi lokal. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya laut secara berkelanjutan, perempuan dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif,katanya.
Melalui sinergi berbagai pihak, pemberdayaan perempuan pesisir diyakini akan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan masyarakat pesisir yang mandiri, produktif, dan sejahtera. Ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, hingga pembangunan daerah secara keseluruhan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas perempuan pesisir perlu terus menjadi perhatian sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....