Dari Sampah Plastik,UMKM Bunga Angel Kupang Asah Mahasiswa Unimor Berwirausaha

  • 29 Jul 2026 19:32 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bunga Angel yang berlokasi di Jalan Frans Deromes, Tofa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Berdiri sejak tahun 2020, UMKM yang dikelola oleh Paulina Tlonaen ini menerima lima mahasiswa magang dari Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu untuk mengikuti pelatihan keterampilan pengolahan limbah plastik selama satu bulan, terhitung sejak 8 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Pemilik UMKM Bunga Angel, Paulina Tlonaen, memberikan pelatihan keterampilan merangkai bunga berbahan dasar sampah daur ulang, khususnya botol dan daur ulang plastik bekas.

Dalam proses pembuatannya, para mahasiswa diajarkan memanfaatkan berbagai bahan dasar dan alat pendukung, seperti botol plastik bekas, gabus, lidi, kawat, cat kayu, pot dari botol bekas, gunting, pisau, lem tembak, hingga solder untuk membentuk detail kerajinan bunga.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman magang secara teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang bernilai ekonomis," ujar Paulina.

Paulina berharap setelah para mahasiswa menyelesaikan masa magang dan kembali ke daerah asal, mereka dapat mengembangkan ilmu wirausaha ini secara mandiri. Keterampilan pengolahan limbah ini diharapkan bisa menjadi peluang usaha kreatif yang berpotensi menambah uang saku maupun pendapatan mereka di masa depan.

Adapun kelompok magang dari Kelompok 8 UMKM Kupang Kampus Unimor Kefamenanu ini diketuai oleh Jenifer Layla Fios Mau, dengan empat anggota kelompok, yakni:

Maria Jeniliana Feramida Falo, Yuliana Maria Loin, Baltasar Rinaldi Nahak, Yohanes Teddy Kebo.

Melalui kegiatan magang berbasis kreativitas dan kepedulian lingkungan ini, UMKM Bunga Angel berharap dapat terus menginspirasi generasi muda untuk mampu mengubah limbah sampah menjadi produk seni yang bernilai jual tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....