Katarina Lodan Mare Ajak Perempuan NTT Bangga dengan Rambut Keriting
- 17 Jul 2026 16:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Rambut keriting selama bertahun-tahun kerap dipandang sebagai sesuatu yang harus diubah agar sesuai dengan standar kecantikan yang identik dengan rambut lurus. Pandangan tersebut membuat tidak sedikit perempuan tumbuh dengan rasa minder, bahkan merasa harus menyembunyikan identitas alaminya.
Berangkat dari pengalaman pribadi itulah, Katarina Lodan Mare, S.E., M.M., mendirikan Pulang Studio, salon khusus rambut keriting pertama di Kota Kupang. Melalui studio ini, ia membawa misi yang lebih besar daripada sekadar merawat rambut, yakni membangun ruang aman bagi perempuan untuk mengenal, menerima, dan mencintai dirinya sendiri.
Dalam dialog bertajuk "Mengubah Keriting Jadi Kebanggaan" pada Senin, 13 Juli 2026, Katarina menegaskan pemberdayaan perempuan dimulai dari keberanian menerima jati diri. Menurutnya, rambut keriting bukanlah kekurangan yang harus diperbaiki, melainkan identitas yang layak dirawat dan dibanggakan.
"Empowerment (pemberdayaan) bukan hanya soal memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berkembang, tetapi juga membantu mereka menyadari bahwa mereka sudah berharga apa adanya," ujar Katarina.
Ia menceritakan bahwa sejak kecil dirinya pernah mengalami tekanan karena memiliki rambut keriting. Keinginan untuk mengikuti standar kecantikan membuatnya berulang kali meluruskan rambut demi memperoleh penerimaan sosial. Namun, perjalanan tersebut justru membawanya pada kesadaran bahwa kecantikan sejati lahir dari penerimaan terhadap diri sendiri.
Kesadaran itulah yang kemudian melahirkan Pulang Studio. Nama "Pulang" dipilih sebagai simbol perjalanan kembali kepada diri sendiri, tempat setiap perempuan dapat berdamai dengan identitasnya tanpa harus memenuhi ekspektasi orang lain. Filosofi tersebut menjadi landasan seluruh pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.
Di Pulang Studio, pelanggan tidak hanya mendapatkan layanan styling dan perawatan rambut keriting, tetapi juga edukasi mengenai karakter rambut, teknik perawatan yang tepat, hingga pemilihan produk yang sesuai. Katarina percaya bahwa pengetahuan menjadi salah satu bentuk pemberdayaan karena membuat perempuan mampu merawat dirinya secara mandiri.
Menurutnya, perubahan cara pandang terhadap rambut keriting mulai terlihat, terutama di kalangan generasi muda. Semakin banyak perempuan yang memilih mempertahankan rambut alaminya dibanding mengubahnya agar menyerupai standar kecantikan lama. Fenomena ini menunjukkan tumbuhnya rasa percaya diri sekaligus meningkatnya kesadaran akan pentingnya mencintai identitas diri.
Lebih dari sekadar bisnis kecantikan, Pulang Studio juga menjadi ruang berbagi cerita. Banyak pelanggan datang bukan hanya untuk mempercantik rambut, tetapi juga membawa pengalaman pernah dirundung, merasa tidak percaya diri, atau kesulitan menemukan tempat yang memahami kebutuhan rambut bertekstur. Dari berbagai kisah tersebut, tumbuh komunitas yang saling mendukung dan menguatkan.
Katarina berharap semakin banyak perempuan di Nusa Tenggara Timur berani mendefinisikan kecantikannya sendiri tanpa bergantung pada penilaian orang lain. Baginya, setiap tekstur rambut memiliki keunikan, sebagaimana setiap perempuan memiliki nilai dan potensi yang tidak perlu disamakan dengan siapa pun.
Melalui Pulang Studio, Katarina ingin menyampaikan pesan bahwa kecantikan bukan tentang mengikuti standar tertentu, melainkan tentang keberanian menjadi diri sendiri. Ketika perempuan mampu menerima dan mencintai dirinya, mereka akan lebih percaya diri untuk berkarya, mengambil peluang, serta menginspirasi perempuan lainnya.
Perjalanan Pulang Studio pun menjadi bukti bahwa sebuah pengalaman pribadi dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan. Dari sehelai rambut keriting, lahir pesan yang lebih besar: perempuan tidak perlu mengubah dirinya untuk dianggap cantik. Mereka hanya perlu menyadari bahwa keunikan yang dimiliki adalah kekuatan yang patut dirayakan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....