Dosen Undana Dorong UMKM Naik Kelas, Manfaatkan Teknologi dan Digitalisasi

  • 16 Jul 2026 12:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Nusa Cendana (Undana), Nuraini Kusuma Andriyani, yang mendampingi UMKM Bakso Moringa Tuti Catering agar mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas pasar melalui pemanfaatan teknologi tepat guna serta digitalisasi usaha.

Program tersebut didanai melalui BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) dan diketuai oleh Made Ngurah Demi Andayana, S.H., M.Si, menggunakan skema pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang memberikan kesempatan bagi dosen di seluruh Indonesia untuk berkompetisi memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Nuraini menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berfokus pada pemberdayaan UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

"Melalui program ini kami membantu mitra UMKM Bakso Moringa Tuti Catering dengan memberikan bantuan teknologi tepat guna, seperti mesin pengaduk adonan bakso, mesin pencetak bakso, hingga mesin vakum. Peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendukung pemasaran yang lebih luas," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan mesin vakum menjadi salah satu inovasi penting karena memungkinkan produk bakso dikemas dengan lebih baik sehingga dapat dipasarkan secara daring. Dengan demikian, konsumen tidak hanya membeli untuk dikonsumsi di tempat, tetapi juga dapat membawa pulang atau memesan secara online.

Meski tidak mengusung tema khusus, kegiatan pengabdian ini berorientasi pada pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Nuraini menegaskan bahwa sasaran utama pengabdian masyarakat yang dilakukan timnya memang difokuskan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, sektor ini memiliki peran besar dalam perekonomian daerah, namun masih membutuhkan pendampingan agar mampu berkembang secara berkelanjutan. "Sebagai akademisi, kami memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan produktivitas maupun kualitas usaha masyarakat. Pendampingan seperti ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat," katanya.

Ia menilai perkembangan UMKM di Nusa Tenggara Timur sudah menunjukkan tren yang positif. Namun demikian, pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun masyarakat agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Dari hasil pendampingan yang telah dilakukan, Nuraini melihat adanya peningkatan produktivitas usaha serta perluasan jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan platform digital. Kehadiran teknologi tepat guna juga membantu proses produksi menjadi lebih cepat, efisien, dan memiliki kualitas yang lebih baik.

Ke depan, ia berharap semakin banyak UMKM di Kota Kupang yang berani berinovasi, meningkatkan kreativitas, serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengembangkan usahanya. "Jangan takut berinovasi. Manfaatkan teknologi dan berbagai peluang yang ada agar UMKM kita semakin maju, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah," ujar Nuraini menutup pernyataannya. (DW).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....