Dapoer Mamo Angkat Rempah Flores lewat Minuman Herbal
- 06 Jul 2026 22:46 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - UMKM Dapoer Mamo kian mencuri perhatian pencinta minuman herbal di Nusa Tenggara Timur lewat produk “Minuman Rempah Flores Pilihan”. Hal itu disampaikan pemilik usaha, Anastasia Virginia Maru, dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang, Senin, 6 Juli 2026. Mengusung cita rasa nusantara berbasis rempah-rempah Flores, Dapoer Mamo menekankan kualitas bahan alami, higienitas produksi, serta konsistensi rasa sebagai fondasi pengembangan usahanya.
Menurut Anastasia, ide Dapoer Mamo berangkat dari kebiasaan keluarga mengonsumsi ramuan rempah untuk menjaga stamina dan kebugaran. Ia melihat peluang untuk menghadirkan racikan yang lebih modern tanpa meninggalkan otentisitas rasa dan manfaat rempah setempat. “Kami ingin mengemas kearifan lokal Flores dalam produk yang praktis, enak diminum, dan tetap mengutamakan bahan alami,” ujarnya.
Minuman Rempah Flores Pilihan diracik dari perpaduan rempah seperti jahe, serai, kayu manis, cengkih, dan bahan pendukung alami lain yang dipilih sesuai musim dan mutu. Anastasia menegaskan, proses produksi dilakukan secara terukur: pemilihan bahan, pencucian, pengolahan panas yang tepat, hingga pengemasan rapat agar rasa stabil dan umur simpan optimal. “Standar kebersihan kami jaga ketat, dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Dari sisi cita rasa, Dapoer Mamo menawarkan profil yang hangat, aromatik, dan seimbang—tidak terlalu pedas jahe dan tidak meninggalkan rasa getir di akhir. Formulanya diupayakan ramah untuk diminum harian, baik dalam kondisi hangat maupun dingin. Produk ini menyasar keluarga, pekerja aktif, hingga konsumen yang mencari alternatif minuman rendah gula dengan karakter rempah yang jelas.
Anastasia juga menyoroti pentingnya edukasi konsumen. Ia membiasakan mencantumkan komposisi, anjuran penyajian, serta cara penyimpanan agar mutu tetap terjaga setelah kemasan dibuka. “Transparansi bahan itu kunci kepercayaan. Konsumen harus tahu apa yang mereka minum,” katanya.
Untuk pemasaran, Dapoer Mamo menggabungkan pendekatan komunitas dan digital. Penjualan dilakukan melalui pemesanan langsung, kanal media sosial, serta kolaborasi event lokal. Tampilan kemasan dirancang sederhana namun informatif, menonjolkan identitas Flores sebagai nilai pembeda. “Branding kami bertumpu pada cerita asal-usul rempah dan kedekatan dengan budaya minum di NTT,” jelasnya.
Anastasia juga menyoroti pentingnya edukasi konsumen. Ia membiasakan mencantumkan komposisi, anjuran penyajian, serta cara penyimpanan agar mutu tetap terjaga setelah kemasan dibuka. “Transparansi bahan itu kunci kepercayaan. Konsumen harus tahu apa yang mereka minum,” katanya.
Untuk pemasaran, Dapoer Mamo menggabungkan pendekatan komunitas dan digital. Penjualan dilakukan melalui pemesanan langsung, kanal media sosial, serta kolaborasi event lokal. Tampilan kemasan dirancang sederhana namun informatif, menonjolkan identitas Flores sebagai nilai pembeda. “Branding kami bertumpu pada cerita asal-usul rempah dan kedekatan dengan budaya minum di NTT,” jelasnya.
Melalui obrolan Teras UMKM ini, Anastasia berharap produk lokal NTT makin dikenal luas dan bisa bersaing di kancah nasional. Ia juga berpesan kepada sesama pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur untuk tidak lelah berinovasi menggunakan bahan baku lokal. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....