Sweetpage.Jsc Hadirkan Aksesori Handmade Kreatif

  • 09 Jun 2026 16:29 WIB
  •  Kupang

RR.CO.ID, Kupang - Aktivitas sederhana untuk mengusir penat saat menyusun tugas akhir kuliah menjadi awal lahirnya usaha kerajinan tangan berbahan manik-manik milik Jesicka Latupeirissa. Melalui brand Sweetpage.Jsc, perempuan muda asal Kota Kupang ini berhasil mengubah hobinya menjadi peluang usaha yang kini terus berkembang.

Kisah tersebut dibagikan Jesicka saat menjadi narasumber dalam program obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Kupang, Selasa, 9 Juni 2026. Jesicka menceritakan bahwa usaha yang dirintisnya bermula pada tahun 2022 ketika dirinya masih berstatus mahasiswa dan tengah disibukkan dengan penyusunan tugas akhir.

Di tengah kesibukan dan tekanan menyelesaikan studi, ia mencari aktivitas yang dapat menjadi sarana relaksasi. Secara tidak sengaja, Jesicka menemukan berbagai konten kerajinan tangan berbahan manik-manik di media sosial.

Warna-warni manik-manik yang menarik perhatian membuatnya tertarik untuk mencoba membuat aksesori sederhana sebagai hiburan di sela-sela aktivitas kuliah.

"Awalnya hanya untuk mengusir kepenatan saat sibuk kuliah dan menyusun tugas akhir. Ketika saya membuat beberapa aksesori dan menunjukkannya kepada teman-teman, ternyata respons mereka sangat positif," ujar Jesicka.

Melihat antusiasme tersebut, Jesicka mulai menyadari bahwa hobinya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha. Ia kemudian belajar secara otodidak melalui berbagai tutorial di internet untuk memahami teknik merangkai manik-manik, mengombinasikan warna, serta menciptakan berbagai model aksesori yang menarik.

Dari proses belajar tersebut lahirlah Sweetpage.Jsc, sebuah usaha kerajinan handmade yang menawarkan berbagai produk berbahan manik-manik. Seiring berjalannya waktu, lini produknya terus berkembang dan tidak lagi terbatas pada gelang saja.

Saat ini, Sweetpage.Jsc memproduksi beragam aksesori seperti gelang, kalung, cincin, gantungan kunci, gantungan handphone hingga pembatas buku berbahan manik-manik yang sedang diminati kalangan remaja. Dalam menghadapi persaingan pasar, Jesicka berupaya menghadirkan produk yang memiliki nilai tambah melalui kualitas bahan baku yang digunakan serta kreativitas dalam menciptakan desain produk.

Ia memastikan setiap produk dibuat menggunakan manik-manik berkualitas agar nyaman digunakan dan memiliki daya tahan yang baik. Selain itu, Jesicka juga terus berupaya menghadirkan desain yang unik dengan menyesuaikan minat, selera, serta permintaan pelanggan.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman yang lebih personal sehingga pelanggan merasa memiliki produk yang lebih spesial dan sesuai dengan karakter mereka. Untuk memperluas jangkauan pasar, Jesicka memanfaatkan platform digital seperti Instagram dan Shopee sebagai sarana promosi sekaligus penjualan.

Melalui foto produk yang estetik dan konten video pendek, ia berupaya memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas, termasuk di luar Nusa Tenggara Timur. Meski demikian, perjalanan membangun usaha handmade tidak selalu berjalan mulus.

Jesicka mengakui bahwa persaingan di industri kerajinan tangan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya. Menurutnya, saat ini semakin banyak pelaku usaha handmade yang menghadirkan produk kreatif dengan desain yang menarik.

Bahkan, tidak sedikit crafter yang memiliki kemampuan dan desain yang lebih baik, sehingga mendorong dirinya untuk terus belajar dan berinovasi.

"Di dunia handmade banyak sekali crafter yang memiliki desain yang bagus. Itu menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan melihat peluang pasar yang sedang diminati," tuturnya.

Alih-alih melihat persaingan sebagai hambatan, Jesicka justru menjadikannya sebagai sarana untuk mengasah kreativitas dan meningkatkan kualitas produk. Ia terus mengikuti perkembangan tren serta mempelajari kebutuhan konsumen agar produknya tetap relevan dan memiliki daya saing.

Di akhir perbincangan, Jesicka mengajak generasi muda dan para pelaku UMKM pemula untuk tidak takut memulai usaha dari hal-hal yang mereka sukai. Menurutnya, modal utama dalam membangun bisnis bukan hanya soal dana, melainkan konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian untuk terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

"Jangan takut memulai dari hal kecil. Manfaatkan hobi yang kita miliki, terus belajar, dan gunakan media sosial yang ada untuk mengembangkan usaha," katanya.

Perjalanan Sweetpage.Jsc menjadi bukti bahwa sebuah hobi yang ditekuni dengan konsisten dapat berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Dari aktivitas sederhana untuk mengisi waktu luang saat kuliah, Jesicka kini berhasil membangun bisnis kreatif yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya dan berwirausaha. (TT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....