UMKM NTT Tetap Kreatif Hadapi Tekanan Ekonomi Global

  • 27 Mei 2026 15:25 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang : Perekonomian Nusa Tenggara Timur mulai menunjukkan geliat yang semakin kuat pada awal tahun 2026. Sejumlah sektor unggulan seperti perdagangan, industri kreatif, pariwisata, hingga usaha mikro kecil dan menengah terus bergerak dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Di tengah tantangan global dan kenaikan harga di berbagai sektor, kondisi ini dinilai menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal untuk terus beradaptasi dan memanfaatkan peluang pasar yang ada. Dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang, Jumat 22 Mei 2026, pelaku UMKM (Usaha kerajinan rajut kombinasi tenun NTT dan kuliner) Febby Nite mengatakan tantangan ekonomi yang terjadi saat ini bukan lagi hal baru bagi pelaku usaha kecil.

Menurutnya, UMKM di NTT telah beberapa kali melewati berbagai krisis mulai dari pandemi Covid-19, badai Seroja hingga dampak persoalan global lainnya. Karena itu, kondisi sekarang justru dianggap sebagai peluang untuk menemukan pasar dan strategi usaha baru.

Febby menjelaskan, pelaku UMKM harus mampu membaca kebutuhan pasar dan berani melakukan penyesuaian usaha. Ia mencontohkan sektor kuliner yang masih memiliki peluang besar karena kebutuhan pasar tetap tinggi, termasuk permintaan bahan pangan untuk program MBG.

Menurutnya, kreativitas menjadi kunci utama agar usaha tetap bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional yang terus meningkat. Ia juga mengaku mulai memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI untuk menekan biaya operasional usaha.

Beberapa pekerjaan seperti manajemen keuangan, pengelolaan produk hingga promosi kini dibantu teknologi digital sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus pada produksi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi pengeluaran tanpa harus menghentikan aktivitas usaha secara keseluruhan.

Selain itu, Febby menilai pelaku UMKM saat ini mendapat banyak dukungan dari pemerintah maupun stakeholder lain. Menurutnya, berbagai fasilitas seperti legalitas usaha, pelatihan, pendampingan hingga bantuan peralatan sudah semakin mudah diakses.

Namun ia menegaskan masih banyak pelaku UMKM yang belum memperoleh informasi secara utuh sehingga perlu lebih aktif membangun jaringan dan mencari informasi pengembangan usaha. Di akhir dialog, Febby mengingatkan pelaku UMKM agar tidak panik menghadapi situasi ekonomi saat ini.

Ia mengajak para pelaku usaha untuk tetap fokus, kreatif dan membuka diri terhadap kolaborasi serta perkembangan teknologi. Menurutnya, peluang usaha selalu ada selama pelaku UMKM mau belajar, membangun jejaring dan terus beradaptasi dengan perubahan pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....