Pelatihan Bawang Goreng Tingkatkan Pendapatan Warga Kabupaten Rote Ndao

  • 28 Mar 2026 08:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote – Pemerintah Provinsi NTT menggelar pelatihan pengolahan bawang di Desa Oenitas, Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan pada, Jumat 27 Maret 2026 ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian warga.

Pelatihan diikuti masyarakat dari lima dusun di Desa Oenitas. Setiap dusun mendapat bantuan pengembangan dari bawang mentah menjadi produk olahan.

Kepala Dinas Nakertrans NTT Yosef Rasi menjelaskan konsep pemberdayaan berbasis potensi lokal. Ia menilai bawang merah menjadi komoditas strategis desa.

“Bawang goreng aneka rasa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat,” katanya. Ia berharap produk mampu bersaing di pasar regional.

Selain pelatihan produksi, peserta juga mendapat edukasi pemasaran digital. Materi tersebut diharapkan memperluas jangkauan penjualan produk.

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan menyatakan kegiatan ini sangat membantu petani. Ia menyoroti fluktuasi harga bawang yang kerap merugikan petani.

“Pelatihan ini bisa meningkatkan pendapatan saat harga bawang turun,” ujarnya. Ia meminta pengawasan agar program berjalan berkelanjutan.

Sementara itu, Wagub NTT, Johni Asadoma yang turut hadir mendorong produk diberi merek lokal khas desa. Ia menyebut nama “Kribo” sebagai identitas bawang goreng Oenitas.

“Produk harus higienis, menarik, dan siap dipasarkan ke luar daerah,” katanya. Ia menargetkan pemasaran hingga Kupang, Jawa, dan Bali.

Kegiatan juga diisi sosialisasi stunting dan keamanan pangan. Hal itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat desa.

Di akhir acara, bantuan alat pengolahan diserahkan kepada warga. Pemerintah berharap kegiatan ini berdampak nyata bagi ekonomi desa. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....