Ridho, Tukang Sol Sepatu di Depan Gereja Kota Kupang Bertahan sejak 1995

  • 17 Mar 2026 06:50 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang-Di tengah hiruk pikuk aktivitas di sekitar Gereja Kota Kupang, seorang pria bernama Ridho tetap setia menjalani pekerjaannya sebagai tukang sol sepatu. Pria asal Solo ini telah tinggal di Kupang sejak tahun 1995 dan menggantungkan hidupnya dari keterampilan memperbaiki sepatu serta berbagai barang berbahan kulit dan kain.

Ridho datang ke Kupang puluhan tahun lalu dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sejak saat itu, ia menekuni pekerjaan sebagai tukang sol sepatu di sekitar gereja yang menjadi salah satu titik keramaian di kota tersebut. Dengan peralatan sederhana, ia melayani siapa saja yang membutuhkan perbaikan sepatu, mulai dari pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum.

Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini menjadi sumber nafkah utama bagi keluarganya. Ridho kini telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Anak pertamanya saat ini duduk di bangku SMP, sementara anak keduanya masih bersekolah di kelas tiga SD. Dari hasil kerjanya setiap hari, ia berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan kedua anaknya.

Namun, perjalanan mencari nafkah tidak selalu mudah. Ridho mengaku pendapatannya kini tidak menentu. Jika dulu pelanggan datang silih berganti, kini persaingan semakin terasa. Banyak orang sudah bisa memperbaiki sepatu sendiri atau membuka jasa serupa, termasuk masyarakat lokal dari berbagai daerah seperti Timor dan Sabu.

“Sekarang saingan sudah banyak. Orang-orang juga sudah bisa sol sepatu sendiri,” ujar Ridho sambil tetap fokus menjahit bagian sepatu yang rusak.

Walau begitu, Ridho tidak hanya mengandalkan jasa sol sepatu. Ia juga menerima perbaikan resleting tas maupun koper yang rusak. Keterampilan tambahan ini menjadi cara baginya untuk tetap bertahan di tengah persaingan dan perubahan zaman.

Bagi Ridho, pekerjaan ini bukan sekadar mencari uang, tetapi juga bentuk ketekunan dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Di sudut sederhana di depan gereja Kota Kupang, ia terus bekerja dengan sabar, menunggu pelanggan yang datang membawa sepatu atau tas yang perlu diperbaiki.

Kisah Ridho menjadi gambaran kecil tentang perjuangan para pekerja sektor informal yang tetap bertahan dengan keahlian yang mereka miliki. Meski penghasilan tidak selalu pasti, semangatnya untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya tidak pernah padam.(TP)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....