HPN Dorong Peran Perbankan Perkuat Ekosistem UMKM NTT
- 21 Feb 2026 19:06 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Peran perbankan dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan dalam Diskusi Publik memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sabtu, 21 Februari 2026. Mengusung tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” dengan topik diskusi “Peran Perbankan Mendorong Pertumbuhan UMKM di NTT Melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)”, kegiatan ini menghadirkan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai keynote speaker.
Diskusi berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT dan menghadirkan lima narasumber, yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Kepala OJK NTT, Dirut Bank NTT, Kepala BRI Cabang Kupang, serta pengamat ekonomi regional. Salah satu pelaku UMKM, Feby Nitte, menyampaikan bahwa perbankan tidak hanya berperan melalui penyaluran KUR, tetapi juga dalam membangun branding dan akses pasar.
“Kalau KUR jujur saya sendiri belum menerima. Tapi secara garis besar, perbankan membantu saya dari sisi branding. Status sebagai mitra binaan Bank Indonesia itu menaikkan nilai jual kami,” ujarnya.

Menurutnya, yang lebih dibutuhkan UMKM saat ini bukan hanya tambahan modal, melainkan dukungan promosi, pemasaran, dan akses pasar yang jelas. Ia menekankan pentingnya ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari produksi hingga penjualan.
“Bukan hanya barangnya layak dijual, tapi dijual ke mana dan siapa yang membeli. Rantai pemasaran dari hulu ke hilir harus jelas,” katanya.
Ia berharap hasil diskusi publik ini dapat dirangkum menjadi rekomendasi kebijakan yang dibawa ke pemerintah dan DPR, sehingga melahirkan regulasi baru yang benar-benar menjawab persoalan UMKM agar bisa naik kelas. Feby juga menyoroti peran pers dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
“Wartawan bisa menjadi penyambung antara produksi, marketing, hingga pasar. Publikasi itu sangat membantu kami memperluas jangkauan,” katanya.
Kisah inspiratif juga datang dari pelaku UMKM tenun ikat, Mama Anastasia, pemilik UMKM Tenunan Anastasia yang beralamat di BTN Molafa, Jalan Mentari, Kupang. Ia memulai usaha sejak 2019 dengan menjual kain milik orang lain melalui siaran langsung di Facebook.
Dari setiap kain seharga Rp150 ribu, ia hanya mendapat keuntungan Rp10 ribu. “Uang Rp10 ribu itu saya kumpul lebih dari satu bulan sampai dapat Rp1.200.000. Uang itu saya kirim ke Sumba untuk beli kain sendiri,” tuturnya.
Dari modal kecil yang terus diputar, usahanya berkembang. Ia kembali mengirim uang ke Sumba untuk membeli stok kain, hingga modalnya meningkat menjadi Rp2,7 juta dan terus bertambah.
Memasuki 2023, ia mulai menjalin kerja sama langsung dengan penenun di Sumba dan membeli kain dari Sumba Timur. Selain menjual kain, ia juga membeli bahan dari penjahit untuk dijual kembali, dengan keuntungan rata-rata Rp25 ribu per produk.
“Modal itu cepat berputar. Dari Rp10 ribu, puji Tuhan sekarang sudah jauh lebih baik. Saya sudah bisa bangun lapak kecil di rumah untuk jualan,” ujarnya.

Saat pandemi Covid-19, ia sempat beralih menjual daster dan berbagai barang lain demi bertahan. Bermodal telepon genggam sederhana, ia tetap konsisten berjualan secara daring.
Kini, hasil usahanya mampu membantu kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak. Meski demikian, ia berharap pemerintah terus melibatkan UMKM kecil dalam berbagai event dan pameran.
“Harapan mama, kalau ada event-event, libatkan kami UMKM kecil supaya bisa berkembang lebih maju,” ujarnya.
Diskusi publik ini menegaskan bahwa penguatan UMKM di NTT tidak cukup hanya melalui pembiayaan KUR. Diperlukan kolaborasi lintas sektor—perbankan, pemerintah, regulator, dan insan pers—untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, akses pasar yang luas, serta pemberitaan yang konstruktif, UMKM NTT diharapkan mampu naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Semangat HPN 2026 pun menjadi momentum memperkuat sinergi antara pers dan pelaku usaha, demi mewujudkan ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....