Ibu Penjual Garam di Desa Oebelo

  • 05 Feb 2026 16:51 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Seorang ibu penjual garam yang telah puluhan tahun berjualan di Desa Oebelo, mengungkapkan bahwa cuaca hampir tidak memengaruhi kualitas garam yang diproduksinya. Meskipun musim hujan atau kemarau datang silih berganti, proses penjemuran garam tetap berjalan baik. Teknik pengolahan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi memastikan garam tetap bersih, kering, dan layak dijual.

“Cuaca memang kadang berubah-ubah, tapi garam yang kami buat tetap sama. Kami sudah tahu cara menjemur dan menyimpannya agar tidak cepat rusak,” ucap Yerni foeh saat ditemui RRI.co.id, Kamis, 5 Februari 2026.

Namun, Yerni menambahkan, omzet penjualan garamnya sangat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas di jalan. Jalan yang biasanya ramai dilewati penduduk dan pelancong, terkadang sepi, terutama di hari-hari tertentu. Ketika kendaraan yang melintas sedikit dan orang tidak berhenti, penjualan garam menurun drastis.

“Kami berharap lebih banyak kendaraan dan pengunjung yang lewat. Ketika jalan sepi dan tidak ada yang berhenti, pembeli juga berkurang. Hal itu tentu berdampak pada ekonomi keluarga kami,” ucap Yerni kepada RRI.CO.ID

Kondisi tersebut membuat Yerni dan pedagang lokal lainnya berharap pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama mengembangkan potensi desa. Selain menjaga kualitas garam, promosi terhadap akses jalan dan pasar lokal juga penting untuk menarik lebih banyak pengunjung. 

Para pedagang percaya bahwa jika desa lebih dikenal, roda perekonomian lokal akan kembali bergerak, dan usaha kecil seperti penjualan garam bisa bertahan serta berkembang. Kisah Yerni Foeh menjadi contoh nyata bagaimana pedagang kecil di pinggir jalan tetap bertahan menghadapi tantangan sepi pembeli. 

Meskipun terkadang sunyi, semangat untuk menjaga tradisi produksi garam tetap tinggi.Dengan dukungan Pemerintah dan promosi yang tepat, pedagang garam di Desa Oebelo berharap bisa terus melayani pelanggan dan menjaga kualitas garam asli Nusa Tenggara Timur untuk generasi mendatang. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....