Tanpa Miras, Kedai Kopi Bianconero Jaga Tradisi Ngopi

  • 28 Jan 2026 19:33 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang -Pemilik Kedai Kopi Bianconero, Mando Laning, menegaskan bahwa usaha kedai kopi tidak harus bergantung pada penjualan minuman beralkohol untuk menarik pelanggan. Menurutnya, konsistensi konsep, kualitas produk, dan interaksi dengan pelanggan justru menjadi kekuatan utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

"Kalau mau berteman itu dulu identiknya harus alkohol, padahal kopi juga bisa. Kopi bisa kita jadikan lifestyle anak-anak muda yang lebih produktif dan kreatif. Dengan ngopi, anak muda bisa lebih berpikir positif tanpa harus selalu bergantung pada alkohol," kata Mando Laning.

Kesadaran untuk menegaskan konsep kedai kopi tanpa alkohol dan tanpa narkoba, lanjut Mando, muncul dari pengamatannya terhadap budaya pergaulan anak muda. Ia melihat kopi memiliki potensi besar sebagai ruang pertemuan yang sehat, inklusif, dan mendorong kreativitas.

Mando tidak menampik bahwa kedai kopi yang menjual minuman keras sering kali lebih cepat ramai. Namun, menurutnya, keramaian tidak selalu identik dengan keberlanjutan dan nilai yang ingin dibangun dalam jangka panjang.

"Saya tidak anti alkohol, tapi untuk anak-anak muda kopi jauh lebih produktif. Tidak harus miras untuk membuat coffee shop ramai. Ngopi pun bisa, semua tergantung bagaimana kita melayani dan membangun hubungan dengan pelanggan," ujarnya.

Ia menambahkan, konsistensi konsep dan pelayanan menjadi kunci agar pelanggan merasa nyaman dan terus kembali. Bagi Mando Laning yang dulunya bekerja di kafe kopi dan akhirnya memiliki kedai sendiri, kedai kopi bukan sekadar tempat minum, melainkan ruang interaksi sosial yang membuktikan bahwa tanpa miras pun, kopi mampu menghidupkan usaha dan membangun komunitas.

Mando Laning merintis Kedai Kopi Bianconero sejak tahun 2020. Ia mengaku menggunakan modal 'nekad.' Dengan berbekal peralatan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya ia memulai usahanya.

Usaha Kedai Kopi Bianconero yang dirintisnya sempat mengalami kendala saat merebaknya wabah Covid-19. Namun tekadnya membawanya mempertahankan kedainya hingga saat ini dan memberi motivasi untuk pelaku UMKM untuk tetap konsisten dengan prinsip usahanya.

"Untuk memulai dari nol, jangan takut untuk memulai. Sambil usaha berjalan kita akan belajar. Dan Jangan lupa andalkan 'Yang di Atas," ujarnya mengakhiri obrolan UMKM di Pro1 RRI Kupang, Senin 26 Januari 2026. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....