Takoyaki Umma Perkaya Ragam Kuliner Modern di Kupang

  • 15 Des 2025 11:34 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Di tengah maraknya kuliner modern, Fajar Inayah Hayati berhasil membawa cita rasa otentik takoyaki, jajanan khas Jepang, ke lidah masyarakat Kupang melalui usaha mikro kecil menengah (UMKM) miliknya, Takoyaki Umma. Berdiri pada tahun 2025, usaha ini tidak hanya menawarkan keunikan rasa tetapi juga memegang teguh komitmen pada kualitas dan konsistensi.

Fajar Inayah Hayati, yang akrab disapa Inayah, menceritakan bahwa inspirasi mendirikan Takoyaki Umma berawal dari kebiasaan jajan keluarga saat tinggal di Malang. Nama "Umma" diambil dari panggilan Inayah oleh anak-anak dan suaminya, menunjukkan sentuhan personal dan kekeluargaan di balik bisnisnya.

Ia mengungkapkan keresahannya ketika takoyaki yang dijual di Kupang dirasa tidak sesuai dengan cita rasa aslinya. Dengan bekal kolaborasi resep, uji coba berkali-kali, dan dukungan suami yang memiliki latar belakang bisnis, Inayah berinisiatif membuat sendiri dan akhirnya memutuskan untuk menjualnya.

Meskipun Takoyaki Umma fokus pada satu menu utama, mereka berhasil menciptakan keunikan yang membedakannya dari pesaing lainnya. Sementara itu untuk menyesuaikan dengan lidah lokal, isian takoyaki diganti dari gurita menjadi isian yang lebih populer, yaitu ayam (varian bestseller), crabstick, bakso, dan sosis.

Adapun keunikan utama terletak pada penggunaan bumbu dasar impor seperti dashi powder dan taburan katsubosi (irisan ikan cakalang kering) serta aunori (rumput laut) yang sulit ditemukan di Kupang. Ini yang membuat pelanggan sering kembali dan menjadi pelanggan tetap dari Takoyaki Umma.

Takoyaki Umma juga menambahkan menu pendamping tradisional, yaitu Kue Pukis, yang merupakan makanan kesukaan Inayah sejak kecil, menambah variasi pilihan bagi pelanggan. Dalam perjalanannya, Takoyaki Umma menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) dan logistik bahan baku.

Menurutnya pergantian karyawan secara mendadak menjadi tantangan terbesar karena memengaruhi konsistensi operasional dan kualitas pelayanan. Inayah dan suami juga harus mengawasi (sidak) tim secara berkala untuk menjaga semangat kerja dan keramahan kepada pembeli.

Ketergantungan pada pembelian online untuk bahan baku otentik seperti dashi powder, katsubosi, dan aunori sering menyebabkan kendala pengiriman yang memakan waktu hingga 2-3 minggu. Tantangan terbesar lainnya adalah mengedukasi masyarakat Kupang tentang takoyaki, yang masih asing dibandingkan jajanan lokal, dimana solusinya adalah dengan gencar melakukan promosi dan membuat konten yang menarik di media sosial.

Demi menjaga kualitas rasa, Takoyaki Umma menerapkan SOP ketat, termasuk menggunakan merek tepung premium yang lebih mahal dan langka. Takoyaki Umma sendiri tidak menjual adonan yang sudah lewat dari 6 jam.

“jika tidak habis, adonan akan dimasak dan dibagikan saat itu juga”, ujarnya.

Inayah membagikan beberapa tips penting bagi para pelaku UMKM, khususnya di bidang kuliner, yaitu jangan menunda jika ingin memulai suatu usaha. "Jangan menunggu sempurna, jadi mulai dulu. Mulai dengan modal seadanya dan jangan menunda untuk beraksi “, tambahnya.

Selain itu para pelaku usaha juga harus konsistensi, yaitu wajib konsisten memposting di media sosial dan memastikan foto produk berkualitas agar menarik perhatian. Pelaku usaha juga diharapkan dapat membangun hubungan baik (care) dengan pelanggan, karena pelayanan yang ramah sangat memengaruhi penjualan.

Untuk mengontrol keuangan, pelaku usaha dapat mencatat keuangan harian, sehingga dapat mengetahui omzet, keuntungan, dan kerugian. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kualitas produk yang dijual dengan tetap konsisten pada standar kualitas rasa yang sudah ditetapkan.

“Kualitas adalah kunci utama loyalitas pelanggan, pertahankan itu!”, pungkas Inayah. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....