Wawali Serena Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan Penyintas
- 30 Nov 2025 09:45 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang: Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan Penyintas Kekerasan dan Kepala Keluarga Perempuan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang, Selasa (18/11/2025) di Hotel Sahid T-More. Kegiatan ini dihadiri jajaran DP3A, para narasumber UMKM, serta peserta dari berbagai kelurahan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemulihan dan kemandirian perempuan penyintas. “Pelatihan ini adalah upaya mulia untuk memulihkan martabat perempuan dan memperkuat ekonomi keluarga,” kata Serena tegas.
Ia menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan bukan hanya persoalan fisik dan psikis, tetapi juga berdampak serius pada ketahanan ekonomi rumah tangga. Banyak perempuan, katanya, terjebak dalam ketergantungan ekonomi pada pihak yang menjadi pelaku kekerasan. “Masa lalu boleh penuh luka, tetapi masa depan selalu penuh harapan.”ujarnya
Wakil Wali Kota juga mengutip pesan inspiratif tentang keteguhan perempuan, bahwa kekuatan sejati bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan kemampuan untuk bangkit dan menata kembali langkah hidup. Pesan tersebut disampaikannya untuk meneguhkan semangat para peserta dalam memulai perubahan baru.
Serena menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi adalah kunci kemerdekaan perempuan. Pelatihan pembuatan abon ikan tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri dan peningkatan pendapatan keluarga.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus menghadirkan program berbasis keberpihakan, seperti SABOAK Sunday Market dan INA KASIH, untuk memastikan perempuan memiliki akses yang sama dalam bidang ekonomi dan kesehatan. “Kami mungkin memiliki keterbatasan, tetapi komitmen kami tidak terbatas,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Wawali membuka kegiatan secara resmi dan berharap pelatihan ini menjadi titik awal perubahan menuju perempuan yang lebih mandiri dan kuat secara ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....