Ekonomi NTT Tumbuh Positif, UMKM dan Industri Semakin Bergerak
- 27 Mei 2026 14:56 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian 5,32 persen secara year on year. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa sektor industri, perdagangan, pariwisata, hingga UMKM mulai bergerak lebih progresif di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan kenaikan harga bahan baku yang masih dirasakan masyarakat.
Dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang, Jumat, 22 Mei 2026 Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Dr. Zeth Sony Libing mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT didorong oleh konsumsi rumah tangga, sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, serta perkembangan UMKM. Ia menyebut kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, Rote, Alor, dan Sumba memberikan dampak besar terhadap sektor transportasi, akomodasi, hingga jasa kuliner.
Selain itu, pemerintah provinsi juga melihat ekspor produk pangan dan kebutuhan pokok ke Timor Leste menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Menurut Sony Libing, hampir 90 persen barang yang digunakan di Timor Leste berasal dari NTT. Karena itu, pemerintah terus menjaga stabilitas pasar, termasuk mengawasi harga LPG dan bahan kebutuhan pokok agar tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha kecil.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana, Dr. Rolland E. Fanggidae, menilai capaian pertumbuhan ekonomi NTT mendekati angka nasional sehingga patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan pemerintah tetap perlu menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi geopolitik global dan kenaikan harga berbagai kebutuhan. Ia menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari produk olahan.
Dari sisi pelaku usaha, Febby Nite mengaku tantangan ekonomi saat ini justru menjadi peluang bagi UMKM untuk lebih kreatif dan adaptif. Pelaku usaha kerajinan rajut kombinasi tenun NTT dan kuliner tersebut mengatakan dirinya memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau AI untuk menekan biaya operasional usaha. Menurutnya, penggunaan teknologi membantu pengelolaan usaha, pemasaran produk, hingga manajemen keuangan secara lebih efisien.
Febby juga menilai dukungan pemerintah terhadap UMKM saat ini cukup besar, mulai dari pendampingan legalitas usaha, sertifikasi halal, BPOM, hingga akses pelatihan dan pembiayaan. Namun, ia mengingatkan masih banyak pelaku usaha di desa yang belum mendapatkan informasi secara utuh mengenai berbagai fasilitas tersebut. Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM untuk aktif membangun jejaring dan memanfaatkan teknologi digital guna mencari peluang usaha baru.
Pemerintah Provinsi NTT sendiri terus memperkuat pembinaan UMKM melalui program NTT Mart, pendampingan desa binaan, hingga pelatihan digitalisasi usaha. Pemerintah berharap sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, dan UMKM tetap menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, seluruh narasumber sepakat bahwa masyarakat NTT harus tetap optimistis, kreatif, dan tidak panik menghadapi tantangan ekonomi yang datang silih berganti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....