Kinerja APBN Regional NTT hingga Agustus 2026 terus Bekerja untuk Masyarakat

  • 30 Sep 2026 10:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Budi Setyawan Muhammad Nur Yuniarto kepada wartawan di Kupang, Selasa, 29 September 2026 menyampaikan, dari sisi APBD, realisasi pendapatan daerah konsolidasi seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota lingkup NTT sampai dengan Agustus 2026 mencapai Rp14,41 triliun atau 52,85 persen dari target, tumbuh 4,60 persen y- on-y. Realisasi belanja daerah mencapai Rp12,00 trilun atau 43,34 persen dari pagu, kontraksi 0,76 persen y-on-y, sehingga APBD konsolidasi lingkup NTT mencatat surplus Rp2,40 triliun dan SiLPA sebesar Rp2,91 triliun.

Realisasi Pendapatan Transfer menjadi penyumbang pendapatan terbesar dalam pendapatan daerah konsolidasi lingkup NTT tahun 2026 dengan porsi 86,40 persen, sehingga peran APBN tetap sangat penting dalam menjaga kapasitas fiskal dan kesinambungan layanan publik di NTT. APBN juga terus menjalankan fungsi perlindungan sosial.

Ia menyampaikan, sampai dengan 31 Agustus 2026, total realisasi penyaluran bantuan sosial di NTT mencapai Rp1,79 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan sebesar Rp887,68 miliar, Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp616,24 miliar, dan Bantuan Sosial Tunai sebesar Rp291,45 miliar.

Secara kumulatif sampai dengan Agustus 2026, jumlah penerima BPNT mencapai 1,03 juta penerima, PKH 1,09 juta penerima, dan BST 485.751 penerima. Dukungan ini menjadi bantalan penting bagi masyarakat rentan sekaligus menjaga daya beli rumah tangga. Dukungan APBN terhadap pelaku usaha juga semakin kuat melalui penyaluran pembiayaan program.

Sampai dengan 31 Agustus 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat di NTT mencapai Rp2,36 triliun kepada 46.848 debitur. Penyaluran terbesar berada di Kota Kupang sebesar Rp291,31 miliar, sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi dengan nilai Rp1,12 trilun atau 47,39 persen.

Bank BRI menjadi penyalur terbesar dengan realisasi Rp1,95 triliun kepada 42.930 debitur. Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro juga mencatat kinerja positif.

Sampai dengan 31 Agustus 2026, penyaluran UMi mencapai Rp198,14 miliar kepada 35.439 debitur. PT Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur terbesar dengan realisasi Rp165,91 miliar kepada 30.190 debitur.

Menurut wilayah, penyaluran terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebesar Rp20,03 miliar kepada 3.516 debitur, sedangkan secara sektoral penyaluran UMi didominasi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp178 miliar atau 89,86persen. Secara keseluruhan, kinerja APBN Regional NTT sampai dengan Agustus 2026 menunjukkan bahwa APBN terus bekerja untuk masyarakat.

Pendapatan negara tumbuh positif, belanja negara meningkat, TKD memperkuat kapasitas fiskal daerah, bantuan sosial menjaga daya beli masyarakat, serta KUR dan UMi mendukung pembiayaan usaha rakyat. Ke depan, Kanwil DJPb Provinsi NTT akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, satuan kerja kementerian/lembaga, lembaga penyalur, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan APBN semakin berkualitas, responsif, dan manfaatnya semakin nyata dirasakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. (rlskanwildjpbntt/at)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....