Digitalisasi Pasar Kupang Perkuat Transparansi Transaksi
- 17 Sep 2026 07:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Digitalisasi transaksi mulai memperkuat tata kelola pasar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 600 kios telah menggunakan QRIS, sementara pembayaran sewa tahunan pasar dan kios didukung melalui sistem Virtual Account Bank Mandiri Taspen.
Direktur Funding (Retail & Network) Bank Mandiri Taspen, Rizky Olyvia Nasution, mengatakan pemanfaatan layanan digital tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan pasar yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Menurut Rizky, penggunaan Virtual Account memberikan sejumlah manfaat, mulai dari mempermudah pembayaran, meningkatkan akurasi pencatatan, mempercepat proses rekonsiliasi, hingga memperkuat transparansi pengelolaan penerimaan.
“Pemanfaatan Virtual Account ini membuat proses pembayaran menjadi lebih mudah, pencatatan yang lebih akurat, rekonsiliasi yang lebih cepat, serta pengelolaan penerimaan semakin transparan dan akuntabel,” kata Rizky.

Sementara itu, penggunaan QRIS pada sekitar 600 kios dinilai menunjukkan semakin terbukanya ruang adaptasi pedagang terhadap perubahan perilaku konsumen.
Rizky menyebut transaksi digital memungkinkan proses pembayaran berlangsung lebih praktis, cepat, dan aman. Digitalisasi juga dinilai membuka peluang bagi pedagang untuk mengembangkan usaha sekaligus menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Melalui Virtual Account dan QRIS, kita menghubungkan tata kelola yang baik dengan kemudahan transaksi bagi masyarakat,” ujarnya.
Rizky menegaskan transformasi digital tidak dimaksudkan untuk menghilangkan karakter pasar tradisional. Menurut dia, teknologi justru harus memperkuat pasar sebagai ruang pertumbuhan ekonomi lokal, interaksi sosial, serta sumber penghidupan masyarakat.
Digitalisasi diarahkan agar pasar semakin tertib, inklusif, kompetitif, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Bank Mandiri Taspen juga menempatkan kerja sama dengan Perumda Pasar Kota Kupang sebagai bagian dari komitmen memperluas inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem usaha masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan transaksi, tapi sebagai mitra yang ikut mendampingi pertumbuhan ekosistem usaha di Kota Kupang,” kata Rizky.
Menurutnya, penandatanganan kerja sama tersebut bukan menjadi akhir dari proses digitalisasi. Tahapan berikutnya mencakup penguatan implementasi, edukasi pengguna, serta pengembangan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan Perumda Pasar Kota Kupang dan para pedagang.
Bank Mandiri Taspen berharap kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi pengelola pasar, pedagang, masyarakat, dan perekonomian Kota Kupang.
Transformasi digital pasar pada akhirnya tidak hanya menyangkut perubahan metode pembayaran, tetapi juga diarahkan untuk membangun tata kelola yang lebih transparan, pedagang yang semakin berdaya, serta layanan transaksi yang lebih mudah bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....