Bank Sampah Mutiara Timor Dorong Sampah Bernilai Ekonomi
- 16 Sep 2026 07:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tak berguna ternyata bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga Kota Kupang. Melalui gerakan pemilahan sampah dari rumah yang diusung Bank Sampah Mutiara Timor, barang bekas tak terpakai dapat disulap menjadi uang tunai hingga tabungan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Mansula, dalam Obrolan Akamsi di Pro 4 RRI Kupang pada edisi Selasa, 15 September 2026.
Melzi menjelaskan bahwa prinsip kerja bank sampah sangat mirip dengan bank konvensional. Bedanya, nasabah menyetorkan sampah anorganik maupun organik yang sudah dipilah dari rumah untuk dikonversi menjadi rupiah.
"Prinsipnya sederhana: pilah sampah dari rumah dan bisa jadi cuan. Untuk satu rumah tangga saja, dari hasil memilah sampah konsumsi harian, mereka bisa mengumpulkan Rp400.000 hingga Rp500.000 dalam satu tahun," kata Melzi.
Meski bagi skala individu jumlahnya bertahap, insentif dari bank sampah terbukti sangat membantu kebutuhan harian warga. Beberapa manfaat langsung yang dirasakan para nasabah antara lain:
- Subsidi Iuran Sampah: Hasil pemilahan dapat menutup iuran kebersihan bulanan warga.
- Kebutuhan Rumah Tangga: Digunakan untuk membeli token listrik, sabun, atau bahan dapur.
- Modal Tambahan: Bagi nasabah yang aktif mengumpulkan sampah terpilah dari tetangga sekitar, hasilnya bahkan bisa dipakai membayar iuran SPP sekolah hingga cicilan kendaraan.
Tidak semua sampah bernilai sama, namun Bank Sampah Mutiara Timor menerima hampir 90% jenis sampah kering jika dipilah dengan baik dan tidak terkontaminasi minyak:
- Plastik : Botol/gelas bekas minuman, wadah skincare, perabotan dapur rusak, isi ulang minyak goreng (pouch), hingga casing elektronik bekas (AC, dispenser, rice cooker).
- Kertas : Kardus, kertas dokumen, kalender, brosur, hingga rak telur bersih yang masih utuh.
- Logam : Kaleng bekas susu, kaleng cat, kaleng spray, serta olahan berbahan besi atau aluminium.
Melzi menegaskan, kunci utama agar sampah memiliki nilai ekonomi tinggi adalah pemilahan sejak dari sumbernya.
"Sampah sebenarnya tidak bau jika dipilah. Yang membuatnya bau adalah campuran antara sampah organik sisa makanan dan sampah plastik. Jika dipisah sejak dari rumah, nilainya tetap terjaga dan siap masuk ke rantai daur ulang," tutupnya. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....