Digitalisasi Jadi Fokus Utama Pengembangan Koperasi Merah Putih

  • 23 Jul 2025 22:36 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Pasca peluncuran program Koperasi Merah Putih pada Senin (21/7/2025), pemerintah pusat dan daerah menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan koperasi desa dan kelurahan. Pengembangan Koperasi Merah Putih dilakukan melalui pendekatan digitalisasi, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Sweeta Melanie, kepada RRI menegaskan bahwa sistem pengawasan dan pengelolaan koperasi ke depan akan berbasis teknologi. “Tentunya pelatihan dan pendampingan akan dilakukan kementerian koperasi kedepannya, tetapi yang lebih penting lagi, tidak mungkin kita melakukan pengawasan apabila kita tidak menggunakan sistem,” ujarnya.

Menurut Sweeta, sistem berbasis digital akan memungkinkan pengawasan dan pelaporan transaksi secara real time. “Jadi kita akan ada sistem, menggunakan digitaslisasi, menggunakan teknologi dalam segala hal. Dalam hal pengawasan pengucuran dana dan juga hal-hal lainnya termasuk transaksi yang akan dilakukan di koperasi-koperasi tersebut,” katanya.

Sementara itu, di daerah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lery Rupidara menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi melalui pembinaan dan pendampingan intensif. "Kita dalam bentuk kolaborasi dan pembinaan, baik itu pendampingan maupun pelatihan untuk memperlancar berbagai proses baik itu terkait dengan kelembagaan, usaha maupun bagaimana caranya untuk aspek permodalan,” tuturnya.

Lery juga berharap seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di NTT dapat segera beroperasi secara optimal. Pengurus dan pengawas bekerja secara profesional, serta anggota yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan koperasi.

Di tingkat koperasi, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Penfui Timur, Gestianus Sino, menegaskan pentingnya digitalisasi dalam menunjang operasional koperasi. “Kita bikin sistem digitalisasinya, mulai dari pembayaran keuangan dll, dan mulai mendampingi sehingga itu yang kita prioritaskan,” kata Gestianus.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada komitmen pengurus dan pengawas. “Maju atau mundurnya koperasi tergantung dari pengurus dan pengawas, kalau mau maju sebaiknya dilakukan sesuai dengan visi-misi presiden,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pusat dan daerah, program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat yang kuat, modern, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah seperti NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....