Membuka Peluang Usaha Baru dengan Seni lewat Kupang FacePainting
- 18 Sep 2026 14:34 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Seni melukis wajah mulai dilirik sebagai peluang usaha kreatif baru di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya dilakukan Siti Sulastriyani atau yang akrab disapa Yani melalui usaha Kupang Facepainting yang memadukan kreativitas seni dengan peluang bisnis.
Kepada RRI pada Kamis, 17 September 2026, Yani mengaku ide membuka usaha tersebut sebenarnya telah terpikir sejak lama, tetapi baru berani direalisasikan setelah mencoba berlatih secara mandiri. Berangkat dari latar belakang pendidikan PAUD dan kegemarannya menggambar serta melukis, ia kemudian melihat face painting sebagai aktivitas yang dekat dengan dunia anak-anak.
Keputusan untuk memulai usaha juga didorong keinginan memperoleh penghasilan tambahan tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. "Saya pengin jugalah berpenghasilan," ujar Yani saat menceritakan awal mula dirinya mengembangkan Kupang Face Painting.
Sebelum membuka layanan, Yani terlebih dahulu melakukan latihan selama sekitar dua minggu dengan mencoba berbagai desain pada dirinya sendiri, anak, hingga teman anaknya. Ia kemudian membuka layanan pertamanya di Car Free Day El Tari dan mendapat respons positif dari masyarakat, terutama anak-anak yang tertarik dengan berbagai pilihan gambar seperti pelangi, Kuromi, Hello Kitty, unicorn, hingga karakter superhero.
Respons masyarakat Kota Kupang terhadap layanan ini sangat positif dengan antusiasme pengunjung yang terus meningkat setiap minggunya. Layanan Kupang Face Painting kini dapat dijumpai di area Car Free Day setiap Sabtu pagi dan kawasan Saboak pada Jumat hingga Minggu sore dengan tarif terjangkau mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000.
Selain promosi dari mulut ke mulut, kekuatan media sosial menjadi kunci utama dalam melipatgandakan jangkauan pasar usaha kreatif ini. “Ternyata pemasaran dari sosial media itu sangat berpengaruh, banyak anak-anak yang datang karena orang tuanya melihat video kami di TikTok,” ungkap Yani.
Untuk menjamin keamanan para pelanggan yang mayoritas merupakan anak-anak, Kupang Face Painting sangat memperhatikan kualitas bahan lukis yang digunakan. Cat yang dipakai berbasis water base dan bebas paraben sehingga aman bagi kulit, meminimalisasi risiko alergi, serta mudah dibersihkan hanya dengan tisu basah atau air.
Perkembangan usaha selama beberapa minggu pertama menunjukkan sambutan hangat dari masyarakat, dengan jumlah pelanggan meningkat dari sekitar 10 anak pada pekan pertama hingga mencapai 25–27 anak dalam satu pekan. Pemasaran melalui media sosial, khususnya TikTok, turut menjadi strategi penting dalam memperkenalkan Kupang Facepainting, bahkan sejumlah orang tua mengaku mengetahui usaha tersebut setelah melihat video yang diunggah di TikTok.
Ke depan, Yani ingin membawa Kupang Face Painting ke berbagai kegiatan seperti pesta ulang tahun, konser, lomba tari, fashion show, dan acara lainnya, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan fotografer maupun videografer. "Saya berharapnya mungkin ke depan untuk colab segala macam itu sangat-sangat tertarik," katanya, seraya berharap usaha yang berawal dari hobi tersebut dapat terus berkelanjutan sebagai usaha sampingan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....