LIKE IT 2026, BI Bekali Literasi Keuangan Bagi Generasi Muda di NTT

  • 05 Sep 2026 22:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Series 5 di Kota Kupang, Kamis 3 September 2026. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Money Wise, Future Rise”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari BI, OJK, DJPB, perbankan di Kupang, akademisi, serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di NTT.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Ari Setyo Wibowo mengatakan, LIKE IT 2026 hadir untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda NTT. Tujuannya agar generasi muda memahami investasi yang sehat, legal, dan berkelanjutan.

“Dengan kemudahan layanan keuangan digital, kaum muda rentan berperilaku konsumtif, membuat keputusan keuangan kurang tepat, bahkan menjadi korban investasi ilegal. Ini yang ingin kita cegah,” ujar Ari.

Ari merujuk data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025. Indeks inklusi keuangan nasional naik dari 75,02 persen menjadi 80,51 persen. Sementara indeks literasi keuangan baru naik dari 65,43 persen menjadi 66,46 persen.

“Kesenjangan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat menggunakan layanan keuangan, tetapi belum semuanya memahami cara mengelolanya secara bijak dan aman,” kata Ari.

Untuk menjawab kesenjangan itu, LIKE IT 2026 digelar di sejumlah kota dengan pendekatan sesuai karakteristik daerah. Edukasi dalam kegiatan ini berfokus pada peningkatan pemahaman generasi muda NTT tentang investasi berkelanjutan yang berdampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Program LIKE IT konsisten dilaksanakan sejak 2021. Ini merupakan kolaborasi Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS melalui Forum Koordinasi Pengembangan Sektor Keuangan.

Kegiatan serupa juga digelar di beberapa kota lain untuk memastikan pemerataan pemahaman literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, mengingat masih adanya disparitas akses dan tingkat literasi antarwilayah.

Generasi muda diharapkan tidak terjebak dalam pola konsumsi impulsif demi memenuhi kebutuhan sosial yang bersifat sementara. Namun mampu mengambil kendali atas kondisi finansial dan merencanakan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....