DJPb Jabarkan APBN NTT Tumbuh 12,18 Persen hingga Juli 2026
- 04 Sep 2026 15:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga 31 Juli 2026 menunjukkan kinerja positif. Realisasi pendapatan negara tercatat Rp1.938,18 miliar atau 55,26 persen dari target, tumbuh 12,18 persen secara year on year.
Sementara realisasi belanja negara mencapai Rp17.908,27 miliar atau 58,59 persen dari pagu. APBN tetap menjadi instrumen utama penopang perekonomian daerah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT, Adi Setiawan, mengatakan pertumbuhan ini didukung kinerja penerimaan perpajakan dan penyaluran transfer ke daerah yang masif.
Penerimaan Pajak dan PNBP Jadi Penopang. Dari sisi penerimaan, pajak menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp1.337,37 miliar atau 48,38 persen dari target. Penerimaan itu ditopang Pajak Penghasilan Rp860,69 miliar dan Pajak Pertambahan Nilai Rp545,25 miliar.
Penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh 92,19 persen year on year hingga mencapai 168,16 persen dari target. Kenaikan terutama dari importasi komoditas kopi, kopra, kemiri, dan mente melalui Timor Leste serta cukai minuman beralkohol. Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak terealisasi Rp600,81 miliar atau 80,81 persen dari target.
Kontribusi terbesar berasal dari layanan pendidikan dan layanan kesehatan, Transfer Daerah, dan Dana Desa Masif. Di sisi belanja, realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp5.435,23 miliar atau 52,45 persen dari pagu dan tumbuh 28,01 persen year on year. Penyaluran Transfer ke Daerah tercatat Rp12.473,04 miliar atau 61,73 persen dari pagu.
Dana Alokasi Khusus Non fisik tumbuh tertinggi 18,23 persen year on year. Penyaluran Dana Desa juga telah mencapai 84,18 persen dari pagu untuk 3.137 desa. Enam kabupaten, yaitu Alor, Ende, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat, dan Rote Ndao, telah menyelesaikan penyaluran Dana Desa 100 persen. Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen. Kinerja fiskal tersebut seiring dengan pertumbuhan ekonomi NTT pada Triwulan II-2026 yang mencapai 5,01 persen year on year.
Secara quarter to quarter tumbuh 7,11 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 3,73 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku tercatat Rp41,13 triliun. Pertumbuhan tertinggi menurut lapangan usaha terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 18,38 persen year on year.
Peran fiskal juga terlihat dari Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 12,23 persen year on year dan berkontribusi 21,74 persen terhadap PDRB. APBD NTT Surplus Rp1,57 TriliunPada lingkup keuangan daerah, realisasi pendapatan APBD konsolidasi mencapai Rp11.747,56 miliar atau 43,10 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah Rp10.171,46 miliar sehingga menghasilkan surplus Rp1.576,11 miliar.
Belanja operasi tumbuh 10,05 persen year on year dan menjadi komponen terbesar. Dari sisi penerimaan, didominasi pajak daerah sebesar Rp870,03 miliar atau 60,27 persen dari total Pendapatan Asli Daerah.Ke depan, penguatan kemandirian fiskal daerah dan peningkatan porsi belanja modal akan terus didorong agar struktur APBD semakin sehat dan produktif.
Adi menyebut, Kanwil DJPb bersama KPPN lingkup NTT aktif melakukan monitoring, asistensi, dan apresiasi bagi satuan kerja berkinerja terbaik. Termasuk memastikan layanan tetap berjalan di unit vertikal Kemenkeu di lokasi bencana. "Pelaksanaan APBN tetap terselenggara dan dapat menjadi motor penggerak pemulihan khususnya di wilayah terdampak bencana," ujar Adi saat monitoring di KPPN Ruteng, Senin 24 Agustus 2026.
Koordinasi dengan pemerintah daerah juga diperkuat untuk mengakselerasi penyaluran Dana Bagi Hasil dan DAK Fisik. Sinergi bersama Bank Indonesia, OJK, dan lembaga penyalur diarahkan pada optimalisasi Kredit Usaha Rakyat dan pembiayaan UMi berorientasi ekspor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....