Teknologi dan Edukasi Jadi Kunci Hidroponik Berkelanjutan
- 02 Agt 2026 14:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Keberhasilan usaha pertanian modern tidak hanya bergantung pada hasil panen, melainkan pada keberlanjutan inovasi, penguasaan teknologi, serta transfer pengetahuan kepada masyarakat. Sektor hidroponik di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terus bertransformasi menuju sistem yang lebih cerdas dan kolaboratif guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hal tersebut ditegaskan oleh Robinhood Geraldo Juniver Siahaan, S.P., pemilik Evolusi Hidroponik, saat menjadi narasumber dalam Obrolan Akamsi di RRI Pro 4 Kupang pada Selasa, 28 Juli 2026. Evolusi Hidroponik tidak hanya berfokus pada kegiatan komersial, tetapi juga aktif membuka ruang edukasi bagi masyarakat, mahasiswa, hingga pemuda yang ingin belajar budidaya pertanian modern.
Robinhood menyampaikan bahwa pihaknya rutin membagikan ilmu serta membuka kesempatan pelatihan, salah satunya bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kupang. Dari program pelatihan tersebut, lahir mitra-mitra baru yang kini turut memproduksi sayuran hidroponik secara mandiri.
"Prinsip saya, kita tidak bisa berjalan sendirian. Kami butuh tim dan kawan-kawan mitra yang memiliki visi sama. Pintu Evolusi Hidroponik di Bimoku selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan bertumbuh bersama," ucap Robinhood.
Menghadapi iklim Kota Kupang yang dinamis serta tantangan human error dalam perawatan tanaman, Robinhood menekankan pentingnya inovasi teknologi berkelanjutan. Evolusi Hidroponik kini tengah menyiapkan langkah transformasi menuju pengaplikasian teknologi Internet of Things (IoT).
Dengan sistem IoT, pengontrolan suhu, sirkulasi air, dan pencampuran nutrisi dapat dilakukan secara otomatis dan presisi melalui perangkat digital.
"Dunia ini bergerak dinamis. Kalau kita tidak melakukan pembaruan dan evaluasi rutin, usaha kita akan tertinggal. Otomatisasi IoT ini disiapkan untuk meminimalisasi risiko kesalahan manusia sekaligus menjaga stabilitas produksi sepanjang tahun," katanya.
Untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem pertanian modern di NTT, Robinhood berharap adanya dukungan dan perhatian lebih dari pemerintah daerah serta lembaga terkait. Selama ini, sebagian besar program pemberdayaan UMKM masih menitikberatkan pada sektor kuliner olahan (food and beverage) dan jasa, sementara pelaku UMKM produsen bahan baku primer seperti sayuran dan buah-buahan masih tergolong minim tersentuh bantuan program masif.
Selain itu, ia berharap kurikulum perguruan tinggi lokal di bidang pertanian dapat lebih mendalami aspek teknologi, pemanfaatan energi matahari, dan otomatisasi iklim mikro secara praktis, bukan sekadar teori manajemen bisnis permukaan.
"NTT dikaruniai limpahan sinar matahari yang luar biasa. Jika teknologi irigasi dan hidroponik ini didukung penuh oleh pemerintah dan akademisi, kita bisa memproduksi buah dan sayur sendiri secara mandiri tanpa terus-menerus bergantung pada pasokan dari luar daerah," ujar Robinhood menutup keterangannya. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....