Pasokan Terjaga, Evolusi Hidroponik Dongkrak Ekonomi Lokal
- 02 Agt 2026 14:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan industri kuliner di Kota Kupang serta hadirnya berbagai program penguatan gizi masyarakat menuntut ketersediaan bahan pangan segar yang tak hanya berkualitas, tetapi juga berkesinambungan. Menjawab tantangan tersebut, unit usaha Evolusi Hidroponik hadir memperkuat rantai pasok pangan lokal dengan menghadirkan produk sayuran segar standar tinggi sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Hal ini ditegaskan oleh Robinhood Geraldo Juniver Siahaan, S.P., pemilik Evolusi Hidroponik, saat menjadi narasumber dalam Obrolan Akamsi RRI Pro 4 Kupang, Selasa, 28 Juli 2026.
Berlokasi di kawasan Bimoku (dekat SMP Negeri 10 Kupang), Evolusi Hidroponik memfokuskan budidayanya pada empat jenis sayuran unggulan:
- Selada: Komoditas primadona yang sangat diminati oleh restoran, kafe, dan UMKM kuliner sebagai bahan utama salad, burger, hingga hiasan hidangan (garnish).
- Pakcoy (Sawi Paha Ayam/Sawi Daging): Komoditas yang kini mengalami kenaikan permintaan cukup drastis.
- Kailan & Sawi Pagoda: Varietas sayuran khusus yang menyasar segmen pasar tertentu.
Tidak hanya memproduksi hasil panen segar, Evolusi Hidroponik juga memperluas ekosistem bisnisnya dengan menjadi distributor resmi nutrisi AB Mix merek Paramudita dan guli trapesium untuk wilayah NTT. Selain itu, mereka juga menyediakan layanan pembuatan instalasi hidroponik hingga konsultasi teknis bagi masyarakat umum.
Guna memastikan sayuran tetap dalam kondisi segar, bersih, dan higienis hingga ke tangan konsumen, Evolusi Hidroponik mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara disiplin di area kebun.
"Kualitas tanaman hidroponik itu sangat bergantung pada kedisiplinan proses budidaya. Jika SOP tidak dijalankan dengan benar, jangankan menghasilkan sayur yang segar, tanamannya justru bisa mati. Karena itu, seluruh proses dari pembibitan hingga pemanenan wajib mengikuti panduan step-by-step," terang Robinhood.
Dari sisi ekonomi, keberadaan hidroponik memberikan solusi konkrit bagi para pelaku usaha kuliner di Kupang yang membutuhkan pasokan harian tanpa terputus. Berbeda dengan sistem pertanian tanah konvensional yang kerap panen secara simultan lalu kosong dalam rentang waktu tertentu, hidroponik memungkinkan panen setiap hari melalui pengaturan rotasi tanam yang presisi.
"Restoran dan kafe jualan setiap hari, jadi mereka butuh pasokan yang siap tiap hari. Selada dan pakcoy di kebun kami dipanen harian, sedangkan kailan dan pagoda dipanen setiap 3 hingga 4 hari sekali," jelas Robinhood.
Selain menyuplai industri kafe dan UMKM, permintaan sayuran hidroponik seperti pakcoy kini kian melonjak seiring bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah yang memerlukan ratusan kilogram hingga satuan ton pasokan sayur setiap minggunya.
Model bisnis ini terbukti tidak sekadar menghasilkan produk pertanian mentah, melainkan membuka lapangan kerja baru, menggerakkan roda UMKM, serta menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....