Jasa Pemetaan Digital Mahasiswa Pertambangan Undana Tembus Pendanaan P2MW 2026

  • 05 Jun 2026 15:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Berawal dari membantu teman-teman kampus membuat peta penelitian, empat mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Nusa Cendana (Undana) kini berhasil membawa usaha jasa pemetaan digital mereka, KatakanPeta.Aja meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tingkat nasional tahun 2026. Inovasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kebutuhan akan layanan geospasial kini semakin besar, bahkan di kalangan mahasiswa dan peneliti.

Kepada RRI pada Rabu, 3 Juni 2026, tim yang dipimpin oleh Timothy Chealzky Andrew Bere (Ketua), Giacinta Joanita Nadine Djari, Genio Das Neves dan Hendrik Jonathan Lerrick sebagai anggota mengembangkan KatakanPeta.Aja sebagai penyedia jasa pembuatan peta digital untuk berbagai kebutuhan akademik dan profesional. Chealzky menceritakan project menyediakan layanan peta penelitian skripsi, peta analisis kehutanan, pertambangan, hingga tata ruang menjadi layanan yang mereka tawarkan kepada pelanggan.

Menariknya, usaha yang baru dirintis sejak tahun 2025 lewat akun Instagram @katakanpeta.aja itu telah melayani pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, sejumlah mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Halu Oleo tercatat pernah menggunakan jasa pemetaan yang dipasarkan melalui media sosial tersebut.

“Awalnya banyak teman dari berbagai jurusan meminta bantuan membuat peta penelitian. Dari situ muncul ide untuk membuka jasa secara profesional dan ternyata responsnya sangat baik,” ujar Timothy.

Dalam operasionalnya, tim memanfaatkan perangkat lunak ArcGIS Pro untuk mengolah data geospasial secara detail dan akurat. Menurut Timothy, kualitas layout peta dan ketepatan data menjadi nilai jual utama yang membedakan KatakanPeta.Aja dengan penyedia jasa serupa.

“Kami menggunakan ArcGIS Pro untuk mengolah data berbasis lokasi. Ke depan kami ingin mengembangkan Web-GIS berbasis QR Code sehingga pelanggan bisa mengakses informasi peta secara lebih detail melalui perangkat digital,” jelas Timothy.

Sementara Hendro, menjelaskan tantangan terbesar dalam usaha tersebut adalah memperoleh data pendukung yang terkadang sulit diakses. Namun berkat kerja sama tim dan pengalaman yang dimiliki, berbagai kendala dapat diatasi sehingga layanan tetap berjalan sesuai kebutuhan pelanggan.

“Sering kali kami harus mencari data tambahan atau membeli data tertentu agar hasil peta yang dibuat benar-benar sesuai kebutuhan pelanggan. Karena itu kami selalu mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan,” kata Hendro.

Kucuran dana segar sebesar Rp10 juta yang akan segera dicairkan tersebut bakal difokuskan oleh tim untuk memperkuat legalitas bisnis serta memperluas jangkauan operasional mereka. Selain itu, mereka berencana akan membeli lisensi perangkat lunak, meningkatkan promosi digital, serta mengembangkan website pemesanan dan program pelatihan pemetaan.

Genio optimistis usaha yang mereka bangun dapat berkembang lebih jauh dan menjadi salah satu layanan geospasial yang diperhitungkan di Indonesia. Pengembangan aspek teknis dan profesionalitas pengerjaan peta juga didukung penuh oleh kerja sama tim yang solid dalam menghadapi permintaan konsumen yang kian spesifik.

Keberhasilan luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa Undana mampu bersaing kuat di tingkat nasional. Melalui kolaborasi teknologi pemetaan dan pemanfaatan pangan lokal kelor, Undana sukses membuktikan perannya dalam menjawab kebutuhan pasar sekaligus berkontribusi nyata pada isu kesehatan nasional.

“Kami ingin KatakanPeta.Aja tidak hanya dikenal oleh mahasiswa, tetapi juga dimanfaatkan oleh instansi, perusahaan, dan masyarakat yang membutuhkan layanan pemetaan digital. Harapannya usaha ini terus berkembang dan membuka peluang bagi mahasiswa lain untuk ikut terlibat,” tutup Genio. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....