Harga Minyak Tanah Langka dan Naik, Masyarakat Minta Pemerintah Segera Bertindak
- 02 Jun 2026 15:50 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kelangkaan minyak tanah mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini tidak hanya membuat minyak tanah semakin sulit ditemukan, tetapi juga menyebabkan harga jualnya meningkat jauh di atas harga normal. “Sudah sekitar satu minggu terakhir minyak tanah susah didapatkan,” kata Claudia Sesfaot saat diwawancarai RRI, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Claudia, kenaikan harga minyak tanah cukup memberatkan masyarakat yang masih mengandalkan bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. “Biasanya saya bisa membeli minyak tanah dengan harga Rp4.000 per liter di agen dan Rp5.000 per liter di kios, tetapi sekarang harganya bisa mencapai Rp10.000 per liter,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari luar Kota Kupang, tepatnya dari Kecamatan So’a, Kabupaten Ngada. Pelaku UMKM makanan, Efran Wula, mengaku kenaikan harga minyak tanah dan sejumlah kebutuhan pokok mulai berdampak pada usahanya. “Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak tanah, tetapi juga pada beberapa kebutuhan pokok lainnya,” ucap Efran melalui sambungan WhatsApp kepada RRI.
Efran menjelaskan harga minyak tanah di daerahnya mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. “Biasanya saya membeli minyak tanah seharga Rp30.000 per jerigen, sekarang sudah naik menjadi Rp35.000 per jerigen,” katanya.
Selain minyak tanah, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng yang menjadi salah satu kebutuhan utama dalam usahanya. “Minyak goreng Bimoli yang sebelumnya saya beli dengan harga Rp105.000 per 5 liter, sekarang sudah mencapai Rp150.000 per 5 liter,” kata Efran menjelaskan. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut berpotensi memaksanya menaikkan harga makanan yang dijual kepada konsumen.
“Kami berharap pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat membantu mengatasi kelangkaan minyak tanah dan kenaikan harga yang terjadi,” kata Claudia.
Senada dengan itu, Efran berharap ada solusi cepat agar pelaku usaha kecil dan masyarakat tidak semakin terbebani oleh tingginya biaya kebutuhan sehari-hari. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....