NTT Punya Potensi Ekspor, Butuh Dukungan Digital
- 18 Sep 2025 15:22 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai memiliki potensi ekspor yang sangat besar berkat kekayaan sumber daya alam dan keunikan produk lokal. Namun, potensi tersebut masih menghadapi tantangan besar dalam hal akses pasar dan keterbatasan promosi.
Digitalisasi dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku UMKM di wilayah ini. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Digital Marketing dan Promosi UMKM yang digelar di Aula Kantor Bupati Kupang, Rabu (17/9/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Pemerintah Kabupaten Kupang, dan Shopee, platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Syamsul Widodo, dalam sambutannya secara daring menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di wilayah timur, termasuk NTT.
Syamsul menambahkan, pelaku UMKM harus mulai menguasai keterampilan digital agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas, mengingat hambatan geografis sering kali membatasi pemasaran konvensional. “Adalah kewajiban bersama untuk mendukung perkembangan daerah timur Indonesia yang memiliki potensi yang sangat besar, karena sejatinya masa depan Indonesia itu ada di bagian timur Indoensia,” katanya.
Bupati Kupang, Yosef Lede, yang hadir dan membuka pelatihan secara langsung, juga menyoroti pentingnya digitalisasi untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Dengan pemanfaatan teknologi digital, para pelaku UMKM dapat memperluas jakauan pasar, meningkatkan penjualan, sekaligus membangun brand yang lebih kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Director of Public Policy Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, menegaskan bahwa Shopee siap mendukung pelaku UMKM di NTT agar mampu memanfaatkan platform digital untuk promosi dan penjualan. ToT Digital Marketing ini diikuti pelaku UMKM dari lima kabupaten, yakni Kupang, TTS, TTU, Malaka, dan Rote Ndao.
Para peserta tidak hanya belajar teknik promosi digital, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi pelatih yang akan menyebarluaskan ilmu ke pelaku UMKM lainnya. Dengan pelatihan ini, diharapkan NTT tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya potensi, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola dan memasarkan produknya secara profesional melalui teknologi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....