Indonesia Peringkat Dua Dunia Soal Belanja Online 2025
- 18 Sep 2025 09:30 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Riset terbaru dari YouGov menunjukkan bahwa Indonesia kini menjadi pemain kunci di pasar e-commerce global, menempati peringkat kedua dari 55 pasar, hanya kalah dari Tiongkok dan melampaui India dalam preferensi belanja daring. Posisi ini menegaskan betapa dinamisnya pasar e-commerce di Indonesia.Data untuk survei YouGov Ecommerce Trend Indonesia diambil dari YouGov Profiles dan YouGov BrandIndex, yang melibatkan lebih dari 5.000 konsumen online Indonesia serta ratusan ribu responden di seluruh dunia. Karena survei ini mencakup lebih dari 55 pasar, temuan yang dihasilkan tidak hanya merefleksikan tren e-commerce di Indonesia, tetapi juga memungkinkan perbandingan lintas negara.Seiring dengan perkembangan tersebut, konsumen di Indonesia kini semakin selektif. Mereka lebih berhati-hati dalam setiap transaksi dengan mencari promosi, mempertimbangkan biaya pengiriman, dan menuntut keseimbangan antara harga dan kualitas layanan.Survei YouGov bertajuk Ecommerce Trend Indonesia menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen. Kini, fokus utama mereka adalah mencari produk yang menawarkan value for money. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka yang sangat memperhatikan harga, ongkos kirim, kualitas layanan, dan kelengkapan promo sebelum memutuskan untuk membeli. Informasi ini didapatkan dari YouGov, sebuah lembaga riset global yang memiliki panel konsumen independen di lebih dari 55 negara. Dengan data harian dan analisis lintas generasi, YouGov memberikan wawasan yang lebih dari sekadar statistik, yaitu pemahaman mendalam tentang motivasi konsumen. General Manager YouGov Indonesia & India, Edward Hutasoit, dalam keterangannya pada Selasa, (16/9/2025), menyebutkan E-commerce di Indonesia tumbuh dengan kecepatan luar biasa, tetapi pertumbuhan transaksi dan pengguna berjalan beriringan dengan perubahan preferensi konsumen.“Konsumen kini lebih cerdas, lebih selektif, dan menuntut value for money yang lebih besar, kecepatan pengiriman, serta personalisasi yang lebih baik. Platform dan penjual harus cepat beradaptasi untuk memenuhi ekspektasi ini,” ucapnya.Survei yang dilakukan menemukan kekhawatiran terbesar bagi dua dari tiga konsumen adalah ongkos kirim yang mahal dan waktu pengiriman yang lama. Tidak mengherankan, 79% konsumen daring secara konsisten mencari promosi, dengan gratis ongkir menjadi insentif yang paling diminati. Ini sekaligus menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah biaya pengiriman yang tinggi. Ada beberapa alasan utama mengapa masyarakat Indonesia lebih memilih berbelanja daring.
Mulai dari harga yang lebih terjangkau menjadi faktor terpenting bagi 68% responden, diikuti oleh pilihan produk yang lebih beragam (57%), promo dan diskon (48%), kemudahan dan kenyamanan (47%), serta layanan pengiriman yang baik (46%). Semua faktor ini menggarisbawahi bahwa konsumen Indonesia tidak hanya membeli produk, tetapi juga mencari pengalaman belanja yang efisien dan menguntungkan.Selain itu, konsumen Indonesia juga menjadi lebih tanggap terhadap iklan yang dipersonalisasi. Perubahan ini telah memengaruhi preferensi mereka untuk berbagai kategori produk.
Dalam empat tahun terakhir, misalnya, minat pada kategori pakaian dan sepatu melonjak 18%, sementara kategori musik, video, dan buku naik 15%. Tidak dapat dimungkiri bahwa marketplace tetap menjadi saluran utama bagi konsumen untuk menemukan produk. Namun, saluran kedua yang mereka gunakan berbeda-beda antar generasi. Generasi Z cenderung lebih mengandalkan influencer, sedangkan generasi Milenial lebih memercayai ulasan produk. Sementara itu, generasi yang lebih tua, seperti Gen X, lebih sering mengikuti rekomendasi dari keluarga atau teman untuk menemukan produk yang sesuai. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....