Industri Halal Indonesia Tembus Tiga Besar Dunia

  • 14 Jul 2025 07:15 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Indonesia menempati posisi terdepan dalam ekonomi Islam global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/25 yang dirilis oleh Salaam Gateway, Indonesia diakui sebagai salah satu negara dengan industri halal terbesar di dunia.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Indonesia berhasil meraih skor 99,9 pada indikator ekonomi Islam global (GIEI), menempatkannya di peringkat ketiga dunia sebagai negara dengan ekonomi Islam terbesar. Dalam perbandingan indikator ekonomi Islam, Indonesia hanya kalah dari Malaysia yang mencetak 165,1 poin dan Arab Saudi dengan 100,9 poin.

Keunggulan Malaysia sendiri mencakup dominasi di semua sektor industri ekonomi Islam, mulai dari makanan halal, keuangan syariah, pariwisata ramah Muslim, busana Muslim, kosmetik & obat-obatan halal, hingga media dan rekreasi. Dalam penilaian enam sektor industri ekonomi Islam, Indonesia paling menonjol di sektor keuangan syariah, dengan nilai mencapai 135,9.

Selain itu, Indonesia juga menunjukkan keunggulan signifikan di sektor busana Muslim dan pariwisata ramah Muslim, yang masing-masing meraih nilai 106,8 dan 102,4. Dengan keunggulan di sektor ekonomi syariah, Indonesia mencatatkan aset keuangan syariah keenam terbesar di dunia pada tahun 2023, senilai $162,2 miliar.

Sebagai salah satu pusat mode Muslim, Indonesia meraup $17,86 miliar dari industri busana Muslim. Sementara itu, sektor pariwisata ramah Muslim berkontribusi $11,1 miliar pada tahun yang sama.

Melengkapi tiga besar Malaysia, Arab Saudi, dan Indonesia, enam negara lain turut meramaikan daftar sepuluh besar ekonomi Islam dunia. Melansir dari data yang diambil dari GoodStats, mereka adalah Uni Emirat Arab (95,8), Bahrain (81,9), Yordania (71,4), Kuwait (67), Pakistan (64,1), Turki (64), dan Qatar (60,4).

Penilaian indikator ekonomi Islam global didasarkan pada 52 metrik yang terbagi dalam lima sub-indikator: finansial, pemerintahan, kesadaran/awareness, sosial, dan inovasi. Indikator ini tidak memiliki batas atas, artinya nilai yang lebih tinggi merefleksikan performa yang lebih baik. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....