Indonesia dalam Pertumbuhan Ekonomi Negara ASEAN Tahun 2029

  • 24 Jun 2025 09:06 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Pertumbuhan ekonomi memegang peranan sentral dalam agenda pemerintahan Prabowo-Gibran. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN), pemerintah secara ambisius menargetkan angka pertumbuhan ekonomi hingga 8% di tahun 2029.

Namun, realitas menunjukkan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi itu tidaklah mudah. Target 5,3% untuk tahun 2025 saja belum pasti terwujud dalam sisa waktu yang tersedia.

Hal ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun oleh GoodStats yang mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan pertama 2025 hanya mencapai 4,87%, di bawah ambang batas 5%. Proyeksi International Monetary Fund (IMF) turut memperkuat keraguan akan tercapainya target pertumbuhan ekonomi 8% tersebut.

Menurut IMF, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan hanya mencapai 4,7%, dan bahkan untuk tahun 2029 pun hanya akan sedikit meningkat menjadi 5,1%. Sementara itu, di tahun 2029, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan menempati peringkat ketiga di kawasan ASEAN, sejajar dengan Kamboja yang juga diproyeksikan tumbuh 5,1%.

Angka ini hanya kalah dari Filipina dengan 6,3% dan Vietnam dengan 5,3% dalam hal pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4%, Malaysia berada satu peringkat di bawah Indonesia dan Kamboja.

Posisi kelima dipegang oleh Brunei dengan pertumbuhan 3,1%, lalu disusul Timor Leste yang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3%. Bahkan Singapura, yang dikenal memiliki PDB per kapita terbesar di dunia, diproyeksikan hanya akan tumbuh 2,5% pada tahun 2029.

Di bawahnya ada Thailand dengan pertumbuhan ekonomi 2,3%. Sementara itu, Laos dan Myanmar diperkirakan akan mencatat pertumbuhan ekonomi terendah di ASEAN pada tahun yang sama, yakni 2% untuk Laos dan hanya 1,8% untuk Myanmar.

Melihat gambaran regional di tahun 2029, Indonesia diproyeksikan akan berada di jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi moderat di ASEAN, menegaskan perlunya strategi yang lebih agresif dari pemerintah di seluruh sektor untuk mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi dan bersaing secara optimal. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....