Kreasi Rajut Korea-Jepang UMKM Yogyakarta Tembus Papua

  • 21 Mei 2025 14:54 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Sejak tahun 2017, Fatmawati menekuni dunia usaha rajut handmade. Produk-produknya tampil beda dengan sentuhan modern bergaya Korea dan Jepang. Ia mengaku ingin mengangkat citra rajutan yang selama ini dianggap kuno, menjadi tren kekinian.

“Saya ubah modelnya jadi lebih cerah, modern, supaya anak muda juga tertarik. Jadi bukan hanya tas, tapi juga sepatu rajut yang tampilannya kekinian,” tutur Fatmawati.

Benang yang digunakan pun tidak sembarangan. Ia memakai berbagai jenis benang impor seperti nilon, polycherry, hingga katun Jepang, dan membeli secara online dari berbagai tempat.

Awalnya, pasar utamanya adalah Papua, karena masyarakat di sana memiliki ketertarikan tinggi terhadap produk-produk rajut. Namun kini ia mulai menjajaki pasar Kupang. “Minat di sini besar, tapi memang terbentur harga. Karena handmade, prosesnya lama, jadi harganya agak mahal,” jelasnya.

Ia mengakui banyak tantangan dalam membangun usaha ini, mulai dari pengrajin yang tidak konsisten hingga sistem titip barang yang merugikan. “Modal awal saya sekitar Rp20 juta. Tapi karena banyak sistem kepercayaan dan pembayaran ditunda, usaha sempat mandek,” katanya.

Kini, ia berharap bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah agar UMKM sepertinya bisa berkembang lebih luas, terutama di wilayah-wilayah timur Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....