UI Bersama Warga Prailiu Rayakan Festival Budaya Sumba

  • 29 Sep 2025 09:44 WIB
  •  Kupang

KBRN, Sumba : Suasana meriah dan penuh warna memenuhi Kampung Adat Prailiu, Waingapu, Sumba Timur, ketika Festival Budaya Sumba digelar pada Sabtu, 27 September 2025. Acara ini merupakan hasil kerja sama Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (Pengmas) DPIS Universitas Indonesia bersama Tim Ekspedisi Patriot UI Output 1 Melolo. Festival ini menjadi wadah kreatif yang menghubungkan masyarakat dalam merawat ingatan budaya serta merayakan kekayaan tradisi Sumba.

Festival Budaya Sumba terselenggara berkat kolaborasi para akademisi dan mahasiswa UI, di antaranya Dr. Hendra Kaprisma, Dr. Suma Riella Rusdiarti, Diah Kartini Lasman, M.Hum, Sadina Aimee Prasetya, dan Najwa ‘Dhya Ulhaq Utama Sihombing. Mereka berkolaborasi dengan Tim Ekspedisi Patriot UI Output 1 Melolo, yang terdiri dari Edelleit Rose, M.Hum, Salsabila Erlindita, S.Hum, Malikhatul Ngazizah, dan Siti Gea Arzetty. Kehadiran mereka di Sumba Timur tidak hanya untuk penelitian, tetapi juga mengembangkan program pemberdayaan berbasis masyarakat.

Acara ini menampilkan beragam seni pertunjukan khas Sumba. Mulai dari musik tradisional Junga, nyanyian anak-anak sekolah pesisir, storytelling oleh Queensha dari SMAN 2 Waingapu mengenai sejarah Kampung Prailiu, pembacaan puisi oleh Kristopel Bili dari Sekolah Seni Wanno, hingga tarian dari Sanggar Prailiu. Puncak acara ditutup dengan flash mob Tabola Bale yang menggambarkan semangat kebersamaan dan keceriaan khas masyarakat Sumba.

Menurut Ketua Tim Pengmas DPIS UI & Patriot UI 2025, Dr. Hendra Kaprisma, festival ini memberikan kebahagiaan tersendiri. “Melihat anak-anak, komunitas lokal, dan berbagai pihak berkolaborasi dalam satu panggung menunjukkan bahwa budaya Sumba hidup dan terus berkembang,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya ruang kebersamaan untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah nyanyian anak-anak sekolah pesisir. Meski sederhana, penampilan mereka sarat makna dan mampu menghipnotis penonton. Selain itu, masyarakat Kampung Adat Prailiu juga mengadakan upacara adat penyambutan yang memperlihatkan nilai-nilai budaya mereka. Hal ini memberi kesempatan bagi generasi muda serta tamu undangan untuk belajar langsung mengenai tradisi setempat.

Mama Renol, perwakilan komunitas Prailiu, turut menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya acara ini. “Kami bangga bisa menunjukkan budaya kami kepada banyak orang. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung agar warisan budaya Sumba semakin dikenal,” ungkapnya dengan penuh harap.

Festival Budaya Sumba 2025 ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan pengunjung. Lebih dari sekadar pertunjukan seni, festival ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dan budaya. Harapannya, momentum ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi untuk menjaga serta melestarikan budaya Sumba agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. (Jl)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....