ASDP Topang UMKM Jagung Titi Mama Oa di Kota Kupang Tembus Timor Leste dan Malaysia
- 30 Sep 2026 21:43 WIB
- Kupang
Dari Adonara ke Kupang, Merawat Warisan Leluhur di Kota Kasih
RRI.CO.ID, Kupang — Ketika beranjak subuh, jam dinding menunjukkan pukul 04:30 WITA dan kokok ayam saling bersahutan, salah seorang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jagung Titi, di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Mary Senlitanto (36) mulai terbangun dari tidurnya. Pelaku UMKM itu berasal dari Kabupaten Flores Timur.
Mary lalu merapikan tempat tidur, dan melantunkan doa kepada Sang Kuasa untuk memulai seluruh aktivitasnya pagi itu Senin, 21September 2026. Usai berdoa, Mary Senlitanto bergegas menuju belakang rumah untuk menyalakan api di tungku serta mempersiapkan peralatan dasar untuk proses pembuatan Jagung Titi.
Bahan dasar itu berupa wajan yang terbuat dari periuk tanah, batu ceper dan batu bulat, serta jagung pulut yang sudah dijemur sehari sebelumnya untuk disangrai. Proses sangrai itu berlangsung selama 3—5 menit menggunakan wajan periuk tanah.
Ketika jagung sudah hampir matang, jagung itu lalu dipipihkan di atas batu. Usai dipipihkan, baru dikemas menjadi suatu produk Jagung Titi (pangan lokal masyarakat di Kabupaten Flores Timur dan Lembata atau Lamaholot).
Jagung Titi ini dibuat dari pangan lokal tanpa pewarna, dan penyedap rasa. Produk tersebut biasanya dijadikan untuk konsumsi rumah tangga serta oleh-oleh khas dari Lamaholot dan NTT.
Ketika beranjak pagi, jam dinding menunjukkan pukul 05:30 WITA dan mentari pagi mulai menyingsing, aroma jagung sangrai mulai menyeruak dari rumah Mary, di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Proses produksi Jagung Titi tersebut hampir usai dan siap untuk dikemas menjadi suatu produk untuk dipasarkan.
Mary Senlitanto merupakan salah satu pelaku UMKM di Kota Kupang yang berasal dari Kampung Lowo Kemi, Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Rutinitas Mama Oa saat sedang melakukan produksi Jagung Titi di dikediamannya di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin 21 September 2026.(Foto: Aris Lake/RRI)
Daerah tersebut terletak di Pulau Adonara. Adonara adalah sebuah pulau kecil di NTT yang terletak ujung timur Pulau Flores. Luas wilayahnya 509 km², dan titik tertingginya 1.676 m. Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores di sebelah utara, Selat Solor di selatan (memisahkan dengan Pulau Solor), serta Selat Lewotobi di barat (memisahkan dengan Pulau Flores). Pulau Adonara merupakan bagian dari Kabupaten Flores Timur.
Mary menginjakkan kakinya di Kota Kupang sejak 2011. Kedatangannya di kala itu untuk menganyam pendidikan tinggi di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Kedatangan perdananya di Kota Karang menggunakan jasa pelayaran ASDP Ferry dari Pelabuhan Deri, Desa Duablolong, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur. "Kalau kapal Ferry ini saya numpang sejak pertama kali kuliah dan ini satu-satunya kapal bagi kami di Adonara tidak ada kapal lain kalau ke Kupang," ujar Mary mengenang masa itu.
Kehadirannya di Kota Kasih ini rupanya bukan sekadar menganyam pendidikan. Namun sebagai tempat ia mengais mimpi.
Pada tahun 2015 Mary berhasil menenun pendidikan tinggi. Tepat tahun 2016 Mary kemudian mendapatkan peluang kerja sebagai guru bahasa Inggris di SMP Katolik St. Yoseph Noelbaki di Kabupaten Kupang.
Hingga kini, ia masih menjadi tenaga pendidik di sekolah tersebut. Sebagai guru mata pelajaran, Mary memiliki waktu yang fleksibel untuk berbisnis.
Perempuan berusia 36 tahun ini menekuni bisnis kuliner pangan lokal Jagung Titi baru tiga bulan sejak Juni 2026. Ia memberikan label pangan lokal tersebut dengan nama Jagung Titi Mama Oa.
Nama itu diambil dari sapaan akrab atau kasih sayang untuk perempuan asal Flores Timur dan Lembata. Mama Oa mengisahkan, pertama kali terjun ke dunia UMKM kuliner bermula dari kebiasaannya bersama keluarga yang suka mengonsumsi Jagung Titi.
Ia menjelaskan, Jagung Titi ini buat tanpa pewarna, dan penyedap rasa. Mama Oa mengatakan, untuk mengonsumsi jagung, mereka harus menunggu keluarga dari Adonara, Solor, Larantuka, dan Lembata, yang berlibur atau mengikuti hajatan di Kota Kupang.
Berlandaskan hal tersebut, ada pertanyaan refleksi dari Mama Oa bahwa mengapa bukan ia sendiri yang memproduksi Jagung Titi? Menurutnya, pertanyaan itu muncul karena Mama Oa sendiri memiliki keterampilan mengolah pangan lokal Jagung Titi sejak kelas empat sekolah dasar.
Karena itu, ia mulai memilih untuk pipihkan jagung untuk konsumsi keluarga. Jagung yang dipipihkan itu merupakan jagung pulut yang dibawakan ayahnya dari Adonara menggunakan Jasa Pelayaran ASDP Ferry.
Kisaran jagung tersebut sekitar 30-an kilogram. "Buat jagung pertama kali karena bapak (Ayah) yang bawa dari Pulau Adonara dengan Kapal Ferry," ungkapnya.
Mama Oa kemudian mengolah jagung pulut menjadi sebuah produk pangan lokal yaitu Jagung Titi. Sehari ia berhasil memproduksi 10 hingga 15 kemasan.
Harga jual per kemasan senilai Rp25.000. Hasil produksi itu sebagian untuk makan bersama keluarga, sementara yang lainnya iseng-iseng diposting melalui media sosial Facebook Pro dan TikTok. Akun itu diberi nama Eris Tokan sapaan lain dari Mama Oa.
Ia tak menyangka, foto dan video-video reels kedua akun medsos itu mendapatkan banyak pengikut. Permintaan konsumen menjadi banyak bagi pecinta pangan lokal tersebut.
Pesanan itu datang dari orang-orang asli Lamaholot dan NTT yang berada di luar provinsi seperti, Jawa, Bali, Sumatera Sulawesi dan daerah lainnya. Dengan percaya diri Eris akhirnya memberanikan diri untuk menjual hasil produksi pangan lokalnya.
Dari olahan pangan lokal, sebulan Mama Oa bisa memiliki pendapatan bisnis berkisar Rp4.000.000 sampai Rp5.000.000 .Karena sudah viral, Mama Oa mendapatkan permintaan untuk kirim ke warga Timor Leste dan Malaysia.
Jasa pengiriman ke Malaysia menggunakan Lion Parcel sementara Timor Leste Menggunakan Bus Bagong Angkutan Lintas Batas Negara Rute Kupang—Dili. Atas dasar tersebut perempuan asal Lamaholot ini akhirnya tertarik untuk meneruskan usaha Jagung Titi.

Pose Pelaku UMKM Jagung Titi Mama Oa, Mary Senlitanto seusai diwawancarai wartawan dikediamannya di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin 21 September 2026.(Foto: Aris Lake/RRI)
Tak hanya itu, ia mengaku produksi pangan lokalnya bisa menjawabi kebutuhan orang-orang NTT yang suka makan pangan lokal kendati berada di rantauan. Mama Oa merasa bahagia karena bisa memenuhi kebutuhan orang-orang di rantauan.
"Ketika mereka makan Jagung Titi ada kerinduan akan kampung halaman di Lamaholot dan kerinduan itu terpenuhi," ungkapnya dengan senyum sumringah.
Ia menyampaikan bahwa sebelumnya, jagung didatangkan dari Pulau Adonara. Pasalnya, jagung dari daerah tersebut memiliki kualitas yang sangat baik.
Namun permintaan konsumen yang tinggi, Mama Oa akhirnya membeli jagung di pasar-pasar tradisional di Kota Kupang yang kualitasnya tak beda jauh. Dalam sebulan ia bisa menghabiskan 60 kilogram jagung demi menjawabi kebutuhan konsumen.
Jika permintaan ramai, biasanya dalam sebulan ia bisa menghabiskan 120 kilogram jagung. Demi menjaga keaslian produk dan kualitas pangan lokal tersebut, Mama Oa tidak pernah mempekerjakan karyawan.
Di satu sisi, produksi pangan lokal ini masih dalam golongan produksi rumah tangga dan belum memungkinkan untuk menggunakan tenaga tambahan. Mama Oa menjelaskan bahwa, meskipun jualannya sudah menjangkau pasar internasional, namun ia masih berjuang membuat tempat khusus (kedai) untuk penjualan Jagung Titi serta berencana mengurus seluruh legalitas produknya.
Karena itu, penjualannya hanya berbasis media sosial yang pembelinya langsung ke rumah dan juga bisa dikirim secara online. Mama Oa menerangkan, Jagung Titi ini sudah menjadi makanan khas orang Lamaholot (sebutan untuk masyarakat yang tinggal di Kabupaten Flores Timur dan Lembata).
Selain sebagai ajang promosi, pangan lokal ini juga merupakan salah satu cara untuk tetap merawat warisan leluhur dan melestarikan budaya Desa Sandosi dan warga Lamaholot secara keseluruhan. "Meski kita sudah hidup di tanah orang, Lamaholot tetap di hati kita," ujar Mama Oa dengan penuh penghayatan akan tanah kelahirannya.
Ia mengemukakan, kebiasaan ibu-ibu Lamaholot terkhusus di Desa Sandosi menjadikan aktivitas produksi Jagung Titi sebagai pekerja utama untuk menopang ekonomi rumah tangga. Mereka selalu memproduksi Jagung Titi untuk dijual di pasar.
Untuk tetap merawat kemurnian warisan, Mama Oa mengelola Jagung Titi ini menggunakan bahan-bahan lokal 100 persen. Pasalnya, pangan lokal tersebut di produksi dengan peralatan wajan periuk tanah dan batu untuk menjaga originalitasnya.
Selain itu, ia juga mengajak generasi-generasi muda Lamaholot untuk turut berpartisipasi dalam memproduksi Jagung Titi. Mama Oa mengisahkan awal mula memiliki keterampilan titih jagung karena pernah mengalami kondisi ekonomi yang sangat sulit sejak masa kecil.
"Saya duduk merenung kembali saya bilang Puji Tuhan saya bersyukur juga pernah susah, dan akhirnya saya punya keterampilan yang saya miliki sampai sekarang karena dulu kita punya ekonomi susah uang tidak ada," ujarnya penuh haru mengenang masa silam.
Dari susah, kini ia sudah bisa kembangkan usahanya. "Dulu ekonomi sulit kita susah sekali, jadi pangan lokal ya sudah titih jagung sudah sebagai tumpuan ekonomi rumah tangga," tuturnya.
Ia mengemukakan, Jagung Titi merupakan pangan lokal utama yang diminati banyak orang. Namun jagung telah diolah dengan berbagai versi baik jagung bose, titi, emping, dan sebagainya.
Eris menuturkan bahwa karena sudah memiliki keterampilan sejak SD maka ia ingin mengembangkan usaha Jagung Titi Mama Oa. Eris mengatakan, walaupun bisnisnya baru berjalan 3 bulan namun ia sudah pernah dilibatkan dalam pameran UMKM di kelurahan Liliba saat momentum HUT ke-81 RI.
Eris kini menjadi penduduk Kota Kupang yang beralamat tinggal di Jalan Fatutuan, RT/RW 024/006, Kelurahan Liliba Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Kota Kupang adalah Ibu kota dari Provinsi NTT dan kota terbesar di Pulau Timor yang terletak di pesisir Teluk Kupang, bagian barat laut Pulau Timor. Luas wilayah Kota Kupang adalah 180,27 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 408.594 jiwa pada akhir tahun 2025.
Kota ini terbagi menjadi 6 kecamatan dan 51 kelurahan. Selain itu Kota Kupang juga simpul kegiatan ekonomi masyarakat.
ASDP Topang Usaha Mama Oa, Batu Ceper dari Adonara Jadi Berkah di Kupang
Mama Oa menilai, usaha Jagung Titi yang ia tekuni tidak terlepas dari dukungan ASDP khususnya ASDP Kupang yang telah menjangkau Pulau Adonara tanah kelahirannya.
Pelabuhan ASDP Deri menjadi sarana perdana Mama Oa mulai bergerak membangkitkan mimpi untuk menekuni bisnis pangan lokal. Bahkan, kehadiran ASDP Ferry sangat menunjang transportasi sejak tahun 2011 ketika ia berlayar dari Adonara ke Kupang untuk menganyam pendidikan tinggi.
"Kalau tanpa kapal ASDP Ferry yang bawa kita punya bahan lokal, kayaknya saya tidak punya niat untuk buka usaha," kata Eris dengan mata berkaca. Ia mengungkap, peralatan dasar pembuatan Jagung Titi seperti, batu bulat dan batu ceper, serta wajan periuk tanah juga didatangkan oleh kerabatnya dari Pulau Adonara melalui Pelabuhan ASDP Ferry Deri, Desa Duablolong, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur.
"Saya tidak bisa bayangkan kalau tidak ada Ferry yang datang Kupang. Jadi Bahan dasar untuk usaha jagung ini, saya punya keluarga yang kirim lewat ASDP," ujar Mama Oa. Ia juga mengaku senang karena akses ASDP Ferry antarpulau di NTT kini sudah bisa dijangkau dengan harga yang sangat murah serta dipermudah dengan pembelian tiket secara online melalui aplikasi Ferizy atau laman website.
Mama Oa juga menyarankan, edukasi terus dilakukan sehingga masyarakat yang belum paham pembelian tiket online bisa mempelajarinya. Ia berharap ke depan adanya penambahan jadwal kapal Rute Kupang-Deri
Eris mengemukakan, kehadiran ASDP di NTT selain melancarkan akses transportasi penumpang, turut memberikan andil dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui penyaluran logistik. Mengingat, banyak pelaku usaha di Kota Kupang yang bahan bakunya didatangkan dari pulau luar menggunakan Jasa Pelayaran ASDP seperti Pulau Flores, Sumba, Sabu, dan Rote.
Dukungan Pemkot dan Komitmen ASDP Jadi Urat Nadi Ekonomi NTT
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo melalui Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang Matheus B.L. Radjah, mengatakan, salah satu upaya untuk memastikan UMKM tetap eksis, Pemkot Kupang telah mencanangkan program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) di Taman Nostalgia Kota Kupang. Taman itu merupakan salah satu destinasi andalan bagi warga Kota Kupang.

Plt. Kadis Koperasi dan UKM Kota Kupang Matheus B.L. Radjah ketika diwawancarai RRI di Kupang, Rabu 23 September 2026.(Foto:Aris Lake/RRI)
Program tersebut telah diluncurkan Wali Kota Kupang sejak 21 Juni 2025. Esensi dari program ini sebagai ruang/ kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk lokal setiap akhir pekan serta menciptakan interaksi, kenangan, dan memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Awal mula peluncuran, sebanyak 40 Pelaku UMKM telah terlibat. Tetapi sampai saat ini sudah mencapai 600 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan Saboak.
Selain itu, Pemkot Kupang juga telah mengambil langkah-langkah konkret untuk bekerja sama dengan Bank-Bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik Bank Himbara maupun Bank Daerah.
Sebab, intervensi pemerintah pusat untuk modal usaha bagi para pelaku UMKM sangat besar. Hal itu telah tertuang dalam Permenko Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026.
Melalui kerja sama tersebut, dana KUR yang dicairkan setiap tahun di Kota Kupang mencapai Rp300 Miliar hingga Rp600Miliar.
Plt. Kadis Koperasi dan UKM Kota Kupang tersebut menilai, kontribusi Jasa Pelayaran ASDP Kupang sangat besar bagi masyarakat Kota Kupang dan NTT. Menurutnya, kehadiran ASDP di kota Kupang merupakan penghubung utama transportasi laut yang menopang mobilitas warga, arus logistik, dan perekonomian di NTT.
"Bukan penumpang saja, ASDP juga hadir untuk menggerakkan ekonomi di Kota Kupang untuk membawa bahan-bahan baku dari pulau ke pulau terutama untuk kita di NTT, " ujarnya.
Ia berharap, ke depan ada sinergi Dinas Koperasi dan UKM bersama ASDP Cabang Kupang melalui program CSR untuk mendukung pelaku usaha maupun program positif lainnya.

General Manager ASDP Cabang Kupang Ardian ketika ditemui RRI di ruang kerjanya Kamis 24 September 2026.( Foto: Aris Lake /RRI).
General Manager ASDP Cabang Kupang Ardian menyampaikan bahwa, berdasarkan tugas dan fungsi sudah jelas bahwa ASDP juga ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di NTT terkhususnya di Kota Kupang. Menurutnya, Pelabuhan ASDP Bolok Kupang menjadi sentralisasi atau simpul pengiriman logistik ke sejumlah daerah kepulauan.
Ardian mengemukakan bahwa secara letak geografis terdapat sejumlah pulau di NTT yang sudah seharusnya dilayani oleh alat transportasi sebagai konektivitas penghubung dari pulau ke pulau.
" Tidak hanya melayani penumpang, ASDP ikut ambil andil dalam distribusi komoditas utama contoh beras, jagung, kelapa, mangga, pisang, serta hasil ternak sapi dan kambing,ikan segar sehingga perkuat arus perdagangan untuk topang ekonomi daerah," kata Ardian.
Ia menyampaikan bahwa sebagai pengemban amanah dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Perhubungan, hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab ASDP Kupang. Karena itu, Ardian menegaskan bahwa ASDP bukan sekadar layanan transportasi, tetapi juga penghubung kehidupan masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok antarpulau.
Selain itu, ASDP Cabang Kupang juga telah melakukan sejumlah penguatan pelayanan seperti perluasan dan pengoperasian lintasan (komersial, terusan, dan perintis), penambahan dan relokasi armada, digitalisasi pembelian tiket daring, dan fleksibilitas layanan dan mitigasi cuaca.
ASDP Kupang memiliki peran sentral dalam memperkuat layanan transportasi laut NTT, mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan daerah.
Berdasarkan data, pengguna jasa di ASDP Cabang Kupang mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2023 sebanyak 315.370 penumpang, 82.662 kendaraan roda dua, dan 40.278 kendaraan roda empat menggunakan jasa pelayanan ASDP Cabang Kupang. Selain itu, sebanyak 2937 ton barang, dikirim melalui Jasa Pelayaran ASDP Cabang Kupang.
Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 316.073 penumpang, 54.059 kendaraan roda dua, 15.818 kendaraan roda empat. Sedangkan sebanyak 12.966 ton barang curah dikirim menggunakan Jasa ASDP Cabang Kupang.
Pada tahun 2025 lonjakan penumpang terus terjadi. ASDP Cabang Kupang mencatat 326.969 penumpang, 61.255 kendaraan roda dua, 16.128 kendaraan roda empat. Selain itu, sebanyak 17.117 ton barang curah dikirim menggunakan Jasa Pelayaran ASDP Cabang Kupang.
Sedangkan untuk periode Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 123.082 penumpang, 23.705 kendaraan roda dua, 6.138 Kendaraan roda empat serta sebanyak 8.078 ton barang curah dikirim menggunakan Jasa ASDP Cabang Kupang.
Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat dari tahun lalu. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang saat ini melayani 49 lintasan di NTT. Rinciannya 10 lintasan komersil, 17 perintis, dan 22 terusan.
Sepuluh lintasan komersil itu meliputi Kupang-Hansisi, Kupang-Rote, Kupang-Sabu, Kupang-Larantuka, Kupang-Kalabahi, Kupang-Lewoleba, Lewoleba-Adonara, Kupang-Aimere, Aimere-Waingapu, dan Adonara-Larantuka.
Pada 2026, ASDP menambah empat lintasan baru, yakni Kupang-Naikliu, Kupang-Ende, Ende-Pulau Ende, dan Adonara-Larantuka.
Untuk melayani 49 lintasan tersebut, ASDP mengoperasikan 9 kapal, antara lain KMP Cakalang II, KMP Ile Ape, KMP Ile Mandiri, KMP Ile Labalekan, KMP Inerie II, KMP Lakaan, KMP Kalibodri, KMP Namparnos, dan KMP Uma Kalada, dengan pelabuhan kelola di Bolok, Rote, dan Larantuka.
Dari sisi digitalisasi, ASDP telah menerapkan sistem tiket online Ferizy. Sejak Juli 2024, pembelian tiket di wilayah NTT termasuk Pelabuhan Bolok, Rote, dan Larantuka dilakukan melalui website http://trip.ferizy.com dengan pembayaran virtual account dan e-money. Sebelumnya, sejak 1986 hingga 2019 masih menggunakan tiket manual tunai.
Hingga kini prediksi penggunaan Ferizy sudah mencapai 80 persen. Upaya edukasi dan sosialisasi terusan digaungkan ke masyarakat.
Ke depan, e-ticketing akan diperluas ke Pelabuhan Sabu, Lewoleba, Adonara, dan Hansisi, disertai penerapan e-parkir dan rencana pembukaan rute jarak jauh Surabaya-NTT. Kehadiran ASDP di seluruh pelosok Indonesia telah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat dan penggerak ekonomi daerah.
Di setiap lambung kapal ASDP, tersimpan harapan dan mimpi pelaku UMKM untuk naik kelas. Bagi masyarakat di Kawasan Timur Indonesia, kelancaran konektivitas ASDP adalah tumpuan hidup.
Di NTT terkhususnya Kota Kupang, layanan ASDP menjadi tulang punggung distribusi logistik antarwilayah, menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok hingga ke wilayah terpencil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....