Pendeta GMIT Rote-Sabu Tanam Mangrove di Oeseli

  • 29 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Peserta Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 akan melakukan penanaman mangrove di Desa Oeseli pada 1 Oktober 2026 sebagai komitmen gereja terhadap kelestarian lingkungan.
  • Ketua Panitia Pelaksana Joni A. Adu menyatakan bahwa penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian GMIT terhadap pelestarian kawasan pesisir.
  • Kegiatan ini menghubungkan panggilan pelayanan gereja dengan tanggung jawab menjaga ciptaan dan keberlanjutan lingkungan.

RRI.CO.ID, Rote - Peserta Temu Akrab Sahabat Gembala 2026 dijadwalkan akan melakukan penanaman mangrove di Desa Oeseli pada 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan pendeta (Pdt) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Teritori Rote-Sabu.

Ketua Panitia Pelaksana Joni A. Adu mengatakan penanaman mangrove menjadi bentuk kepedulian gereja terhadap lingkungan dan kelestarian kawasan pesisir. Kegiatan tersebut juga menghubungkan panggilan pelayanan dengan tanggung jawab menjaga ciptaan.

Ia juga mengatakan kegiatan berlangsung selama lima hari. "Rangkaian acara dirancang untuk memperkuat spiritualitas, persaudaraan, dan pengalaman pelayanan," kata Joni.

Ketua Majelis Klasis GMIT Rote Barat Daya, Pdt. Esry Epiana Pono, mengatakan kegiatan memperkuat persekutuan antarpelayan. "Kami di Klasis Rote Barat Daya menjadi tuan rumah pelaksanaan Temu Akrab Sahabat Gembala 2026, berharap dari kegiatan ini keakraban kami antar pendeta terus terjalin," ujar Pdt. Esry.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melalui Penjabat Sekda Daniel W. Nalle berharap persahabatan para pendeta terus terjaga setelah kegiatan berakhir.

Sebanyak 257 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung 28 September hingga 2 Oktober 2026. Peserta terdiri atas pendeta, Majelis Sinode Harian, Sekbid Sinode, dan narasumber.

Kegiatan mengusung tema “Dipanggil untuk Menggembalakan, Diutus untuk Bersahabat”. Tema tersebut menjadi pesan agar pelayanan dijalankan bersama melalui persahabatan dan dukungan.

Selain penanaman mangrove, peserta mengikuti ibadah, refleksi, dan penyegaran iman. Panitia juga menyiapkan malam kesenian dari 10 klasis serta kegiatan api unggun.

Penanaman mangrove di Oeseli menjadi bagian dari pesan pelayanan yang lebih luas. Para peserta diharapkan membawa semangat persaudaraan dan kepedulian lingkungan ke tempat pelayanan masing-masing. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....