Gereja St. Mikhael Bitefa TTU Ditahbiskan, Umat Diminta Hidup Menggereja
- 22 Sep 2026 10:56 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri serta mengikuti Misa Penthabisan Gereja Santo Mikhael Bitefa, Paroki Tunbaba, di Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten TTU, Seninl, 21 September 2026.
Momen berahmat ini sekaligus menjadi momen istimewa karena dirangkaikan dengan Perayaan Syukur 19 Tahun Tahbisan Episkopat Yang Mulia Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. dalam menjalankan tugas dan pelayanan sebagai Uskup Atambua.
"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan kontribusi nyata dalam mendorong proses pembangunan Gereja St. Mikhael Bitefa hingga tiba pada saat penahbisan hari ini,” ucap Gubernur Melki.
Menurut Melki, perayaan tersebut bertepatan dengan perayaan 19 tahun tahbisan episkopat Uskup Atambua, Yang Mulia Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. Momentum tersebut menjadi peristiwa penuh sukacita dan berkat bagi seluruh umat, sekaligus menjadi kesempatan untuk bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas pengabdian dan pelayanan Uskup Atambua selama 19 tahun dalam menggembalakan umat.
Gubernur mengutip sebuah ungkapan Latin, “Non Lapidibus Tantum, Sed Fide Aedificatur Ecclesia,” yang berarti gereja tidak dibangun hanya dengan batu, tetapi dengan iman.
Menurutnya, setiap batu yang tersusun dalam bangunan Gereja St. Mikhael Bitefa menyimpan cerita tentang doa, pengorbanan, keringat, air mata, kemurahan hati, serta iman dan harapan umat kepada Tuhan.
“Karena itu, ketika kita memandang gereja ini, jangan hanya melihat kemegahan bangunannya. Lihatlah di balik batu-batunya terdapat wajah orang-orang yang telah berjuang. Ingatlah tangan-tangan yang pernah bekerja dan kenanglah mereka yang telah memberikan apa yang mereka miliki,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubernur berharap Gereja St. Mikhael Bitefa tidak hanya menjadi tempat peribadatan dan pembinaan spiritual, tetapi juga hadir sebagai mercusuar kehidupan masyarakat.
Menurutnya, gereja dapat mengambil peran dalam memperkuat keluarga dan pendidikan dengan mendukung Program Jam Belajar, kehidupan ekonomi dengan mendukung One One Village One Product (OVOP), pembentukan karakter, kerukunan, serta masa depan generasi muda.
Orang nomor satu NTT ini juga menegaskan, Gereja St. Mikhael Bitefa diharapkan menjadi rumah iman yang hidup, rumah persaudaraan, rumah pelayanan, sekaligus mercusuar yang memberikan arah dan harapan bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati TTU, Falentinus Kebo dalam sekapur sirihnya mengatakan, pentahbisan dan peresmian gereja bukan sekadar peresmian sebuah bangunan, tetapi menjadi buah dari iman, pengorbanan, gotong royong, dan kesetiaan umat yang terus menjaga harapan meskipun pembangunan sempat mengalami berbagai tantangan dan terhenti.
Ia menegaskan, pembangunan kehidupan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama gereja, keluarga, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten TTU terus berupaya memberikan perhatian terhadap kehidupan umat dan rumah-rumah ibadah sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Bupati Falentinus juga mengajak umat St. Mikhael Bitefa untuk menjadikan gereja yang telah berdiri sebagai awal perjalanan iman yang baru. Gereja harus menjadi tempat tumbuhnya keluarga yang kuat dalam iman, anak-anak yang mengenal Tuhan, generasi muda yang memiliki harapan, serta semangat melayani dan peduli terhadap sesama.
“Rawatlah gereja ini, tetapi lebih dari itu, rawatlah persaudaraan yang telah membuat gereja ini berdiri. Jangan biarkan semangat gotong royong berhenti setelah pembangunan selesai,” ujar Falen.
Pada kesempatan yang sama, Uskup Atambua, Yang Mulia Mgr. Dominikus Saku, Pr., dalam arahannya mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan Gereja St. Mikhael Bitefa. Ia mengakui perjalanan pembangunan gereja tersebut tidak mudah dan sempat terhenti selama beberapa tahun.
Ia juga mengingatkan umat Stasi Bitefa untuk terus mempersiapkan diri dan membangun kehidupan menggereja. Seiring dengan penahbisan gereja, administrasi Stasi Bitefa mulai ditata secara mandiri, termasuk pelayanan administrasi seperti surat permandian yang tidak lagi bergabung dengan paroki induk.
Uskup juga mendorong umat untuk semakin aktif menghidupkan gereja. Menurutnya, keaktifan umat dalam kehidupan menggereja menjadi bagian penting dalam membangun budaya iman yang semakin kuat.
“Terima kasih atas doa-doa umat Bitefa. Selamat berbahagia dan selamat berbakti dalam roh dan kebenaran,” ucapnya.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan prasasti peresmian dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan Syukur Perayaan 19 Tahun Tahbisan Episkopat yang Mulia Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.
Turut Hadir unsur Forkopimda Kabupaten TTU, jajaran pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten TTU, Pimpinan Perangkat Daerah terkait lingkup Pemprov NTT, Vikjen keuskupan Atambua, Pater Vinsen Wun SVD, Romo Deken Kefamenanu, Pastor Paroki St. Andreas Tunbaba Bersama Para Imam dan Biarawan Biarawati, Para Donatur, Panitia Pembangunan, Tokoh adat, Tokoh masyarakat serta seluruh Umat St. Mikhael Bitefa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....