Pemkab Sumba Barat Targetkan Skrining Jantung 300 Anak

  • 22 Sep 2026 09:35 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menggelar penyuluhan dan pemeriksaan skrining penyakit jantung anak di Aula Kantor Dinas Kesehatan, Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA tersebut menargetkan pemeriksaan terhadap 300 anak.

Skrining ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan jantung pada anak. Selain pemeriksaan, kegiatan juga memberikan edukasi kepada orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga serta memantau kesehatan anak sejak usia dini.

Sambutan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH, yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus sekaligus aset penting bagi masa depan daerah. Karena itu, kesehatan dan kualitas hidup anak menjadi tanggung jawab bersama.

Bupati menyampaikan, penyakit jantung pada anak, termasuk kelainan jantung bawaan, membutuhkan perhatian karena tidak seluruh kondisi dapat dikenali dengan mudah. Sebagian gangguan dapat menunjukkan gejala, sementara kondisi lainnya berpotensi tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan yang tepat dan dilakukan sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, skrining meliputi pemeriksaan kesehatan, status antropometri, serta deteksi dini tanda dan faktor risiko gangguan jantung. Kegiatan ini melibatkan Tim Medis UKK Kardiologi IDAI yang terdiri dari dokter spesialis anak dan subspesialis kardiologi anak dari berbagai daerah di Indonesia.

Tim tersebut antara lain Ketua PP IDAI Dr. dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), Ketua UKK Kardiologi IDAI dr. Rizky Adriansyah, Sp.A, Subsp.Kardio(K), serta sejumlah dokter spesialis dan subspesialis kardiologi anak lainnya dari Jakarta, Medan, Jawa Timur, Yogyakarta, Bandung, Bali dan Bekasi.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap kegiatan tersebut memperkuat deteksi dini sehingga anak yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat memperoleh rujukan dan pelayanan tepat waktu. Pemkab juga mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan skrining menggunakan pulse oximeter sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumba Barat Sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....