Duta Genre NTT Ajak Remaja Jadi Pendengar yang Baik, Cegah Bunuh Diri
- 21 Sep 2026 08:39 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri yang menjadi perhatian setiap September mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental remaja. Duta Genre Putra NTT 2025, Mesia Aquino Missa, dan Duta Genre Putri NTT 2025, Agnesia Widianingsih Babu, mengajak generasi muda untuk membangun lingkungan yang aman dan nyaman dengan menjadi teman pendengar yang baik bagi sesama.
Mesia Aquino Missa menegaskan bahwa upaya pencegahan bunuh diri tidak cukup dilakukan dengan memberikan larangan atau nasihat kepada seseorang yang sedang mengalami masalah kesehatan mental. Menurutnya, remaja membutuhkan ruang aman untuk bercerita tanpa merasa dihakimi, sehingga mereka dapat memperoleh dukungan yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
“Orang-orang seperti itu lebih butuh untuk didengarkan. Kita tidak perlu langsung memberikan saran, tetapi yang dibutuhkan adalah bagaimana kita bisa menjadi pendengar bagi mereka,” ujar Mesia.
Melalui advokasinya, Mesia menghadirkan program KECE atau Ketong Bercerita sebagai wadah bagi remaja untuk berbagi cerita dan mendapatkan ruang konseling yang aman dan nyaman. Program yang dijalankan bersama Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) ini juga menjadi sarana edukasi kesehatan mental serta isu-isu remaja lainnya wajib tersebar di sekolah, kampus, hingga gereja di NTT pun terus dimaksimalkan untuk mendampingi sebaya.
Sementara itu, Agnesia Widianingsih Babu menekankan bahwa menjadi pendengar yang baik harus dimulai dengan membangun empati dan kepekaan terhadap kondisi orang lain. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan Look, Listen, and Link, yakni memperhatikan kondisi seseorang, mendengarkan ceritanya, serta menghubungkannya dengan bantuan profesional apabila diperlukan.
“Untuk menjadi pendengar yang baik, kita harus membangun empati dalam diri. Empati itu yang akhirnya akan membangun kepekaan,” ungkap Agnesia, yang juga merupakan mahasiswa FKIP Unimor itu.
Agnesia turut mengingatkan bahwa setiap orang memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan, sehingga pendampingan kepada teman yang sedang mengalami masalah perlu dilakukan dengan bijak. Ia mengajak remaja untuk tidak ragu mencari bantuan dari orang tepercaya, konselor sebaya, maupun tenaga profesional, serta memanfaatkan keberadaan Duta Genre dan PIK-R sebagai ruang untuk berbagi cerita.
Peringatan hari pencegahan bunuh diri ini menjadi panggilan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap kondisi emosional di lingkungan sekitar. Langkah sederhana dengan bersedia menjadi pendengar yang baik diharapkan dapat menekan angka krisis mental dan merangkul masa depan generasi muda.
Melalui momentum peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri di bulan September, Mesia dan Agnesia berharap semakin banyak remaja yang menyadari bahwa kepedulian sederhana dapat memberikan arti bagi sesama. Keduanya mengajak generasi muda NTT untuk saling mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga kepercayaan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental remaja. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....