Rani Sofia Tahunas Mahasiswi Fkip Fisika Undana Buktikan Fisika Bisa Bersastra

  • 07 Sep 2026 14:30 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dunia fisika dan karya sastra sering kali dianggap sebagai dua ranah yang berseberangan. Namun, bagi Rani Sofia Tahunas, mahasiswi Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana), kombinasi keduanya merupakan media yang saling melengkapi.

Kepada RRI pada Sabtu, 5 September 2026, menurut Rani, penguasaan ilmu pengetahuan akan terasa jauh lebih bermakna apabila mampu disampaikan kembali kepada publik lewat bahasa yang sederhana. "Fisika dan literasi memiliki hubungan yang sangat erat karena fisika memberikan kita pengetahuan tentang bagaimana alam bekerja, sedangkan literasi membantu kita memahami, mengolah, dan menyampaikan pengetahuan tersebut," ujar Rani saat diwawancarai Pro 2 RRI Kupang.

Keterikatan Rani dengan dunia tulis-menulis berawal dari keberaniannya mengikuti ajang lomba literasi saat duduk di bangku SMA Negeri 7 Kota Kupang. Keberhasilan meraih juara pada masa sekolah menjadi titik balik yang memantapkan langkahnya untuk terus produktif melahirkan tulisan.

Rani menilai aktivitas membaca dan menulis tidak sekadar sebatas merangkai kata, melainkan proses mengasah pemikiran agar lebih responsif terhadap realitas sosial. "Literasi itu bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi kemampuan kita untuk memahami informasi atau berpikir kritis kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," ucapnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak menganggap membaca sebagai aktivitas yang membosankan, tetapi memulainya dari topik yang disukai dan membuat penasaran. Rani menyarankan pembaca mencatat kalimat atau gagasan menarik dari buku yang dibaca karena dari proses tersebut dapat lahir ide untuk menghasilkan karya baru.

Kecintaan Rani terhadap literasi juga ingin dibawanya ketika kelak menjadi guru fisika, dengan menjadikan cerita dan tulisan sederhana sebagai bagian dari proses pembelajaran. “Jangan melihat fisika itu hanya sebagai kumpulan rumus, tapi lihatlah fisika itu sebagai cara cerita tentang bagaimana alam berbicara kepada kita,” ungkapnya.

Salah satu karya fiksinya yang bergenre fiksi ilmiah, 3 Menit Sebelum Waktu Berhenti, terinspirasi langsung dari suasana dan dinamika kehidupan kampus. "Dengan tulisan mungkin kita bisa menjelaskan konsep secara bertahap, memberikan contoh kehidupan sehari-hari, atau kemudian baru masuk ke rumusnya, jadi pembaca tidak hanya menghafal rumus," kata Rani menjelaskan pendekatannya dalam merangkai cerita.

Melalui perjalanannya, Rani berharap generasi muda khususnya kalangan mahasiswa dapat menjadikan literasi sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya membangun konsistensi membaca dan menulis demi memperluas wawasan di tengah derasnya arus informasi digital. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....