Pelajar Rote Ndao Unjuk Kemampuan di Festival Tunas Bahasa Ibu
- 01 Sep 2026 06:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Rote Ndao turut diwarnai Festival Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, dibuka secara resmi Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan di panggung utama Lapangan Christian Nehemia Dillak, Kamis, 27 Agustus 2026.
Festival tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Rote Ndao. Kegiatan juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan mencintai bahasa ibu sebagai bagian dari jati diri daerah.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan mengatakan Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pelestarian budaya. Menurutnya, generasi muda perlu terus diberikan ruang agar tidak melupakan bahasa ibu dan identitas budaya masyarakat Rote Ndao.
“Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian penting dalam upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pelajar, tetapi juga sarana menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu,” ujar Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan.
Festival ini menghadirkan lima jenis lomba, yakni Tuturan Adat, Cerpen, Stand Up Comedy, Kebalai, dan Pidato yang diikuti pelajar jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Rote Ndao.
Lomba Pidato serta Stand Up Comedy jenjang SD dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao. Sementara Tuturan Adat dan Kebalai dipusatkan di panggung utama Lapangan Christian Nehemia Dillak.
Pada hari pertama, Lomba Tuturan Adat jenjang SD diikuti 33 peserta dan jenjang SMP sebanyak 18 peserta. Sementara Lomba Kebalai jenjang SD diikuti 16 peserta, sehingga total peserta yang tampil pada hari pertama mencapai 67 orang.
Antusiasme pelajar terlihat dari penampilan mereka yang membawakan bahasa dan seni tradisional Rote Ndao. Setiap peserta berusaha menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui perlombaan.
Festival dilanjutkan dengan lomba Cerpen jenjang SD dan SMP serta Stand Up Comedy jenjang SMP di Rumah Jabatan Bupati. Sementara lomba Kebalai jenjang SD dan SMP kembali digelar di panggung utama Lapangan Christian Nehemia Dillak.
Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, pemerintah daerah memberikan ruang kepada generasi muda untuk terus belajar dan menggunakan bahasa daerah dalam berbagai bentuk kreativitas. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap bahasa, seni, dan budaya Rote Ndao di tengah perkembangan zaman. (LA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....